Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fortifikasi mineral Magnesium (Mg) dan Magnesium (Mg) + Sulfur (S) dalam pakan terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar pakan domba lokal, dan dilaksanakan pada 16 Mei - 18 September 2024. Materi yang digunakan yaitu 18 ekor domba lokal jantan berumur 10-12 bulan dengan bobot badan rata-rata 24,2 ± 2,2 kg. Pakan basal yang diberikan terdiri dari jerami padi amoniasi (JPA) dan konsentrat dengan perbandingan 25% : 75%, pemberian berdasarkan 4,5% bahan kering (BK) dari bobot badan. Metode yang digunakan adalah eksperimen in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola satu arah. Tiga perlakuan diuji, yaitu P1 = Jerami Padi Amoniasi (JPA) (25%) + konsentrat (75%), P2 = P1 + Mg (0,005%) dari Bobot Badan (BB) domba, P3 = P2 + S (0,83%) dari Bahan Kering (BK) pakan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Variabel yang diukur yaitu konsumsi dan kecernaan serat kasar (SK), data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi mineral Mg dan Mg + S tidak meningkatkan konsumsi serat kasar secara signifikan (P>0,05) dengan rata-rata konsumsi adalah (P1) 121,42 ± 22,99 g/ekor/hari, (P2) 133,71 ± 15,43 g/ekor/hari, dan (P3) 147,70 ± 31,96 g/ekor/hari. Fortifikasi mineral Mg dan Mg + S tidak meningkatkan kecernaan serat kasar secara signifikan (P>0,05) dengan rata-rata kecernaan adalah (P1) 72,59 ± 1,45 %, (P2) 72,05 ± 3,23 %, dan (P3) 64,98 ± 10,57 %. Fortifikasi mineral Magnesium 0,005% dan Sulfur 0,83% dalam pakan belum mampu meningkatkan kecernaan serat kasar (SK) domba lokal.