Fenomena cancel culture di media sosial menjadi tantangan besar bagi figur publik karena dapat menyebar cepat dan memengaruhi citra serta reputasi mereka secara signifikan. Abidzar Al Ghifari sebagai seorang artis muda turut merasakan dampaknya, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang efektif untuk mengatasi krisis reputasi yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi public relations yang diterapkan dalam merespons cancel culture yang menimpa Abidzar Al Ghifari di media sosial. Metode penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (literature review). peneliti menelaah berbagai konsep kunci dalam ilmu komunikasi, terutama teori-teori yang berkaitan dengan crisis management, image restoration, strategic communication, dan digital reputation managemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terbuka, klarifikasi yang tepat waktu, serta pemanfaatan media sosial secara hati-hati merupakan langkah penting dalam memulihkan kepercayaan publik. Selain itu, kolaborasi dengan manajemen serta penguatan citra positif juga menjadi faktor penentu dalam mempertahankan reputasi seorang artis di tengah arus opini publik yang sangat dinamis. Temuan ini menegaskan betapa pentingnya penerapan strategi komunikasi yang adaptif dan terukur dalam menghadapi krisis reputasi, terutama di era digital yang penuh dengan dinamika cepat dan perubahan opini yang tidak terduga. Strategi komunikasi yang adaptif memungkinkan figur publik dan tim manajemen untuk cepat menyesuaikan pendekatan mereka sesuai dengan situasi yang berkembang, mengantisipasi reaksi publik, serta merespons isu dengan cara yang relevan dan efektif.