Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Sinergitas TNI-POLRI Dalam Operasi Madago Raya Guna Mencegah Penyebaran Paham Terorisme dan Radikalisme di Wilayah Kabupaten Poso Yudanindra, Jemmy; Prakoso, Lukman Yudho; Kustiwa, Aom Dikdik
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7848

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sinergitas antara TNI dan Polri dalam pelaksanaan Operasi Madago Raya guna menanggulangi ancaman terorisme dan mencegah penyebaran paham radikalisme di wilayah Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Meskipun operasi ini telah berhasil menekan aktivitas kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), namun implementasi sinergitas di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, baik dalam hal koordinasi, komunikasi, maupun keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi sinergitas TNI–Polri dalam Operasi Madago Raya, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan upaya penanggulangannya, serta merumuskan strategi penguatan sinergitas dalam rangka pencegahan penyebaran paham terorisme dan radikalisme di Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah, serta didukung oleh data sekunder dari dokumen operasi, laporan resmi, dan kajian akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sinergitas TNI–Polri dalam Operasi Madago Raya telah berjalan baik, ditandai dengan peningkatan efektivitas komunikasi, koordinasi, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun, masih terdapat faktor penghambat yang meliputi perbedaan struktur komando, keterbatasan sumber daya manusia dan logistik, serta minimnya dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga sipil dalam program deradikalisasi. Upaya penanggulangan dilakukan melalui pembentukan posko terpadu, pelatihan bersama, kegiatan komunikasi sosial, dan kerja sama lintas sektor. Strategi penguatan sinergitas diarahkan pada keseimbangan antara tujuan (ends), cara (ways), dan sarana (means), dengan fokus pada penguatan kapasitas kelembagaan, regulasi, dan keterlibatan masyarakat sebagai mitra keamanan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sinergitas TNI–Polri dalam Operasi Madago Raya merupakan bentuk kolaborasi strategis antara komponen pertahanan dan keamanan negara dalam menjaga stabilitas wilayah pasca-konflik serta mencegah berkembangnya kembali jaringan terorisme dan paham radikalisme di Kabupaten Poso. Keberhasilan sinergi ini menjadi model penting dalam pelaksanaan operasi terpadu berbasis pendekatan keamanan dan kemanusiaan di Indonesia.