Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu sayuran yang terdapat di Indonesia yang dapat dijadikan alternatif bahan pangan. Untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat mencemarkan lingkungan maka digunakan pupuk organik yakni dengan pemberian pupuk organik kandang ayam Pupuk organik kandang ayam memiliki unsur N tiga kali lebih banyak jika dibandingkan dengan pupuk kandang lainnya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 36 unit perlakuan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam terdiri dari 4 taraf yaitu: m0 (kontrol), m1 (pukan 10 ton/ha), m2 (pukan 15 ton/ha), m3 (pukan 20 ton/ha). Sedangkan faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: n1 (15cm x 15cm), n2 (20cm x 20cm), n3 (25cm x 25 cm). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji F taraf 5% dan diuji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat pengaruh interaksi antara pemberian pupuk organik kandang ayam dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas Granola. Tetapi terdapat pengaruh mandiri pada pemberian pupuk organik kandang ayam. Perlakuan pukan m3 (20 ton/ha) memberikan pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi pada umur 63 hst yakni sebesar 22,13 cm. Secara mandiri diameter umbi tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis pupuk organik kandang ayam m3 (20 ton/ha) yaitu sebesar 1,80 cm2.Â