Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perbandingan Biaya Bahan Peledak Menggunakan Teori R.L Ash Dan Teori Anderson Pada Proses Pembongkaran Batuan Andesit Di PT Batu Mamak Serasi Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi Aulia, Bagas Hari; Permana, Irfan Satria; Heriyanto
Jurnal Sains Informatika Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Sains Informatika Terapan (Februari, 2026)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia (RISINDO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu Mamak Serasi melakukan pembongkaran batuan andesit di tambang terbuka dengan metode pengeboran dan peledakan. Proses peledakan ini bertujuan untuk memecah batuan dari induknya menjadi potongan-potongan dengan ukuran tertentu. Geometri peledakan dan biaya adalah sebuah konsep krusial dalam operasi penambangan yang digunakan untuk kegiatan pembongkaran batuan. Tujuan dari penelitian ini yaitu membandingkan biaya dari geometri peledakan aktual yang digunakan yaitu R.L ASH dengan metode Anderson. Metode yang digunakan adalah kuanitatif dengan pengamatan langsung pada parameter-parameter geometri peledakan yang mempengaruhi biaya seperti burden, spasing, stemming, kedalaman lubang ledak, Panjang kolom isian, dan powder factor. Dari hasil analisis penelitian ini diketahui bahwa dengan mempertimbangkan perbandingan Powder Factor antara dua metode desain geometri peledakan, hasil dari metode Anderson menunjukkan penggunaan bahan peledak yang lebih efisien untuk volume batuan yang lebih besar, dibandingkan dengan metode R.L. ASH, efisiensi ini menjadi nilai tambah dari metode Anderson, terutama jika tujuan utama adalah menekan biaya tanpa mengurangi produktivitas. Maka berdasarkan hasil analisis, didapat produksi dengan metode R.L ASH sebesar 3.405 Ton dengan berat bahan peledak sebesar 475 kg, sedangkan Anderson mendapatkan produksi sebesar 4.545 Ton dengan berat bahan peledak yaitu sebesar 645 kg. Perbedaan penggunaan bahan peledak ini terletak pada faktor isian kolom untuk bahan peledak pada tiap lubang yang berbeda dan selisih kolom isian total sebesar 1,198 m. Dari produksi R.L ASH maka didapat gross income sebesar Rp 290.580.000,- dan sedangkan produksi yang didapat menurut Anderson sebesar Rp 481.529.000,- dengan selisih keuntungan senilai 15%.