Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada dimensi hak dan kewajiban dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SDN 5 Kabila, sekaligus mengidentifikasi kendala serta upaya guru dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologis. Penelitian dilaksanakan di SDN 5 Kabila dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas IV, V, dan VI, serta siswa kelas IV, V, dan VI. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL dalam pembelajaran PKn telah mencakup enam indikator utama, yaitu pengaitan pengalaman nyata siswa dengan materi pembelajaran, penyajian contoh atau teladan, pelibatan siswa dalam kegiatan eksploratif, dorongan untuk bertanya dan mencari tahu, penggunaan penilaian yang mencerminkan kemampuan nyata siswa, serta kegiatan refleksi. Namun demikian, penerapan indikator-indikator tersebut belum berlangsung secara optimal dan merata, terutama pada aspek penilaian autentik dan refleksi. Penerapan CTL dalam pembelajaran PKn telah mengarah pada pembelajaran kontekstual, tetapi masih diperlukan penguatan konsistensi penerapan seluruh komponen CTL, pengelolaan waktu yang efektif, serta pengembangan penilaian autentik agar nilai hak dan kewajiban dapat terinternalisasi dalam sikap dan perilaku siswa.