Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KAIN BROKAT DALAM DESAIN FURNITUR SEBAGAI REPRESENTASI WANITA JAWA Cantika, Lintang Nur; Setia Monata, Rio; Bayu Ibrahim, Dinullah
ASKARA: Jurnal Seni dan Desain Vol 4 No 2 (2025): ASKARA: Jurnal Seni dan Desain
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/askara.v4i2.1580

Abstract

Lace is often associated with elegance and femininity, chosen as the primary material to create a connection between furniture design art and cultural symbolism. Through historical and cultural analysis, this research identifies how lace has become an essential part of Javanese women's identity and how these elements can be translated into simple and functional furniture designs. The research methods involve literature studies and practical experiments in furniture prototyping. The results show that the use of lace not only adds aesthetic value but also enriches the cultural narrative in furniture design. And then, this research contributes to a deeper understanding of the relationship between traditional textiles and cultural identity in the context of modern furniture design.
PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN EX-GEDUNG SINEMA RADJEKWESI BOJONEGORO DENGAN PENDEKATAN ADAPTIVE REUSE Putri, Sabela Devita; Veronica, Gracia; Bayu Ibrahim, Dinullah
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v6i1.6862

Abstract

Gedung Sinema Radjekwesi di Kabupaten Bojonegoro merupakan bangunan bersejarah yang mengalami penurunan fungsi serta kehilangan identitas akibat perubahan pemanfaatan ruang dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya nilai historis bangunan sekaligus terbatasnya fasilitas yang mampu mewadahi aktivitas seni dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang pusat kebudayaan melalui pendekatan adaptive reuse guna menghidupkan kembali fungsi sosial bangunan dengan tetap mempertahankan karakter historis bangunannya. Metode perancangan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan narasumber terkait sejarah bangunan dan kebutuhan pengguna, serta studi literatur untuk mendukung proses analisis dan pengembangan konsep desain. Tahapan perancangan meliputi identifikasi kondisi eksisting, analisis kebutuhan ruang, penyusunan konsep desain, hingga pengembangan visualisasi ruang. Pendekatan adaptive reuse diterapkan dengan mempertahankan elemen arsitektur utama bagian fasad bangunan serta menghadirkan fungsi baru melalui integrasi elemen lama dan baru secara kontekstual. Hasil perancangan menunjukkan bahwa transformasi bangunan menjadi pusat kebudayaan mampu menghadirkan ruang edukasi, pameran, pertunjukan, dan ruang kreatif yang mendukung aktivitas masyarakat secara inklusif. Perancangan ini juga memperkuat identitas kawasan melalui pemanfaatan kembali bangunan bersejarah secara berkelanjutan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan adaptive reuse dapat menjadi strategi efektif dalam revitalisasi bangunan lama dengan tetap menjaga nilai sejarah sekaligus memenuhi kebutuhan ruang kontemporer masyarakat.