Program Universal Health Coverage Jaminan Kesehatan Medan Berkah (UHC JKMB) merupakan kebijakan Pemerintah Kota Medan yang bertujuan untuk menjamin akses layanan kesehatan gratis bagi seluruh penduduk hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak program UHC JKMB terhadap kondisi sosial ekonomi peserta di Kelurahan Tegalsari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, yang dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi dan keterbatasan fasilitas kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 95 responden yang merupakan peserta aktif program UHC JKMB. Analisis data dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai kerangka evaluasi, serta teori kebijakan publik sebagai dasar interpretasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi lapangan untuk menggambarkan efektivitas dan dampak program terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program UHC JKMB memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi peserta. Pada dimensi context, nilai signifikansi sebesar 0,005 (< 0,05) dengan thitung 2,817 (> ttabel 1,662) menunjukkan bahwa program telah memberikan kemudahan akses dan kejelasan kebijakan bagi masyarakat. Dimensi input memperoleh nilai signifikansi 0,047 (< 0,05) dengan thitung 2,006 (> 1,662), menandakan bahwa ketersediaan tenaga medis dan fasilitas kesehatan cukup mendukung pelaksanaan program. Pada dimensi process, nilai signifikansi 0,021 (< 0,05) dengan thitung 2,331 (> 1,662) menunjukkan bahwa proses pelayanan berjalan efektif dan efisien. Sementara itu, dimensi product dengan nilai signifikansi 0,001 (< 0,05) dan thitung 3,767 (> 1,662) menunjukkan adanya hasil nyata berupa meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terutama dari sisi kemampuan ekonomi dan rasa aman terhadap risiko kesehatan. Secara keseluruhan, program UHC JKMB secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan sosial ekonomi masyarakat penerima manfaat. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan agar Pemerintah Kota Medan memperluas cakupan layanan, memperkuat kapasitas tenaga medis, dan mengoptimalkan sistem evaluasi untuk keberlanjutan program UHC JKMB.