Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi, mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui media buku cerita bergambar di SDN 1 Santong Mulia. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Santong Mulia, Kecamatan Kayangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan tekhnik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah Miles and Hubarman dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui media buku cerita bergambar lima aspek peran guru dijelaskan oleh Mulyasa meliputi peran guru sebagai demonstrator, motivator, pengelola kelas, fasilitator, dan evaluator. Penggunaan media buku cerita bergambar dapat menarik minat peserta didik untuk membaca dan membantu peserta didik meningkatkan pemahaman bacaan, memperkaya kosa kata dan mendorong peserta didik untuk lebih giat membaca. Menurut Vigotsky guru memiliki peran penting sebagai mediator antara siswa dan pengetauhan. Dalam konteks membaca permulaan, guru membantu siswa memahami teks melalui bimbingan dan pertanyaan yang mengarahkan pemahaman dengan demikian penelitian ini dapat menunjukan bahwa perang guru sangat penting dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan karena guru melakukan berbagai strategi dan metode dalam mengatasi hambatan yang ditemui di kelas. Adapun hambatan guru dalam meningkatkan kemapuan membaca permulaan yaitu faktor internal dan eksternal. Dengan penggunaan media buku cerita bergambar merupakan salah satu cara yang epektif dalam mengatasi peserta didik yang mengalami kesulitan membaca permulaan di kelas rendah.