Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program KKN Integratif : Stunting, Mitigasi Bencana, dan Transformasi Digital UMKM-Ekowisata di Desa Kabandungan Oktavia, Neng Risma; Permata, Putri Nova; Wolayan, Diana Merlinda; Dewi, Febriyanti Maharani; Sukmawati, Siti; Purnama, Muhammad Amran; Ramadhan, Vicky Syahrizal; Nursela, Anis; Fajriah, Ziya; Zendrato, Advent Clement; Tufailah, Ratu Salwa; Alfariji, Muhammad Alfan; Fadillah Fazry, Neng Nurul; Andini, Galih; Damiri, Muhammad Ludfi; Gilberd, Gilberd; Dwinata Yusuf, Ratu Fasya; Monzum, Refat E; Amran Purnama, Muhammad
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i02.3223

Abstract

Desa Kabandungan di Kabupaten Sukabumi memiliki tantangan yang kompleks mengenai pencegahan stunting, potensi ekonomi dari UMKM dan ekowisata yang belum tergarap dengan optimal dari segi pemasaran dan digitalisasinya, serta risiko bencana alam yang sering terjadi dengan tingkat kesiapsiagaan warga yang belum maksimal. Pengabdian Masyarakat melalui program Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui tiga program utama yaitu, kolaborasi pencegahan stunting, percepatan potensi ekonomi melalui digitalisasi, dan pembentukan kesadaran tanggap bencana. Dengan metode partisipatif yang melibatkan observasi dan wawancara langsung dengan perangkat desa serta masyarakat, program kerja dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik masyarakat dilokasi. Hasil dari kegiatan ini meliputi: 1). Program pencegahan stunting berhasil diimplementasikan melalui kolaborasi dengan kader posyandu dalam distribusi PMT, pemetaan wilayah stunting untuk intervensi yang lebih terarah. 2). Dilakukan pendampingan digitalisasi UMKM melalui repackaging produk, pembuatan QRIS untuk transaksi digital, dan rebranding media sosial untuk promosi ekowisata. 3) Program mitigasi bencana melakukan pemetaan lokasi bahaya gempa bumiĀ  dan sosialisasi peningkatan kesadaran serta kesiapsiagaan warga. Program ini berhasil memberikan solusi praktis dan memperkuat pondasi untuk pembangunan desa yang berkelanjutan.
Model Integratif Perlindungan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional di Indonesia: Perspektif Hukum, Komunitas, dan Teknologi Purnama, Muhammad Amran; Sukmawati, Siti; Rahmawati, Ajeng; A.K, Risti Zaenab; Amran Purnama, Muhammad
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i01.3139

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas perlindungan pengetahuan tradisional (PT) dan ekspresi budaya tradisional (EBT) di Indonesia melalui kajian terhadap kerangka regulasi, kondisi sosial-budaya komunitas adat, serta potensi pemanfaatan teknologi digital dalam sistem perlindungan kekayaan intelektual komunal (KIK). Meskipun pemerintah telah menerbitkan PP No. 56 Tahun 2022, hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi yang ada masih belum sepenuhnya selaras dengan karakter budaya komunal yang diwariskan lintas generasi dan tidak memiliki pencipta tunggal. Hambatan utama justru muncul dari minimnya literasi hukum, lemahnya pendokumentasian budaya, serta keterbatasan kapasitas komunitas adat dalam mengakses mekanisme perlindungan hukum. Hasil analisis juga menemukan bahwa digitalisasi, termasuk pengarsipan digital dan teknologi blockchain, membawa peluang baru untuk memperkuat dokumentasi, verifikasi kepemilikan, dan pengawasan penggunaan budaya. Namun, perkembangan ini diiringi risiko penyalahgunaan budaya secara digital apabila tidak didukung oleh regulasi yang memadai dan peningkatan kapasitas komunitas adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan PT dan EBT memerlukan pendekatan integratif yang menggabungkan penguatan regulasi, pemberdayaan komunitas sebagai pemilik budaya, serta pemanfaatan teknologi yang tepat guna. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan perlindungan budaya tradisional, sekaligus memastikan keberlanjutan, keadilan, dan kedaulatan budaya bagi masyarakat adat di Indonesia.