Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INTEGRATING COMMUNITY INSIGHTS INTO CSR: ACCOUNTING PERSPECTIVE Tenriwaru, Tenriwaru; Abdullah, Faisal; Sukmawati, Siti
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2025 - Agustus 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.1.13

Abstract

Abstrak - Integrasi Wawasan Komunitas ke dalam CSR: Perspektif AkuntansiTujuan Utama – Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana program CSR yang menekankan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dikelola.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus heuristik. Informan penelitian ini adalah akademisi dan beberapa pihak terkait pelaksanaan CSR.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa sinergi kegiatan CSR yang selaras dengan kepentingan komunitas dapat membangun kepercayaan yang lebih kuat antara perusahaan dan pemangku kepentingan lokal. Sinergi ini membuat program CSR lebih efektif dalam menciptakan perubahan sosial yang lebih besar dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Melalui sinergi ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program CSR.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini menyarankan pelibatan komunitas untuk membuat kegiatan CSR semakin efektif. Perusahaan yang melibatkan komunitas di semua tahap mendapatkan kepercayaan dan hasil yang berkelanjutan.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini mengeksplorasi partisipasi komunitas dalam kegiatan CSR pada perspektif akuntansi. Abstract - Integrating Community Insights into CSR: Accounting PerspectivePrimary Purpose - This study identifies how CSR programmes that emphasise community participation and other stakeholders are managed.Method - This research utilises a heuristic case study approach. The informants for this research are accounting academics and several parties involved in the implementation of CSR.Main Findings - This study found that synergistic CSR activities aligned with community interests can foster stronger trust between companies and local stakeholders. This collaboration makes CSR programmes more effective in creating greater social change and reducing negative environmental impacts. Through these collaborations, communities have the opportunity to participate in the planning and implementation of CSR programmes.Theory and Practical Implications - This study suggests involving the community to enhance the effectiveness of CSR activities. Companies that involve the community at all stages gain trust and sustainable results.Novelty - This study explores community participation in CSR activities from an accounting perspective.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Multi Intelegensi di SMP Swasta Nurul Jadid Batam Sukmawati, Siti; Halim, Abdul; Beddu, Muhammad Juni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i3.677

Abstract

Pendidikan perlu mendorong pengembangan semua aspek potensi manusia. Menanamkan cita-cita Islam pada siswa adalah salah satu tujuan utama pendidikan agama Islam, selain memberikan pengetahuan tentang ilmu-ilmu Islam. Tujuan penelitian adalah untuk menyelidiki bagaimana Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Swasta Nurul Jadid Batam meningkatkan kecerdasan multi-intelektual mereka. Penelitian ini merupakan studi kualitatif lapangan. Lokasi penelitian ini berada di Sekolah Menengah Pertama Swasta Nurul Jadid Kota Batam. Subjek penelitian ini adalah Kepala sekolah, guru PAI dan siswa. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya guru pendidikan Islam Nurul Jadid Batam untuk meningkatkan multi kecerdasan siswa telah berdampak besar pada perkembangan multi kecerdasan pada siswa. Metode ini meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan banyak lagi.
Program KKN Integratif : Stunting, Mitigasi Bencana, dan Transformasi Digital UMKM-Ekowisata di Desa Kabandungan Oktavia, Neng Risma; Permata, Putri Nova; Wolayan, Diana Merlinda; Dewi, Febriyanti Maharani; Sukmawati, Siti; Purnama, Muhammad Amran; Ramadhan, Vicky Syahrizal; Nursela, Anis; Fajriah, Ziya; Zendrato, Advent Clement; Tufailah, Ratu Salwa; Alfariji, Muhammad Alfan; Fadillah Fazry, Neng Nurul; Andini, Galih; Damiri, Muhammad Ludfi; Gilberd, Gilberd; Dwinata Yusuf, Ratu Fasya; Monzum, Refat E; Amran Purnama, Muhammad
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i02.3223

Abstract

Desa Kabandungan di Kabupaten Sukabumi memiliki tantangan yang kompleks mengenai pencegahan stunting, potensi ekonomi dari UMKM dan ekowisata yang belum tergarap dengan optimal dari segi pemasaran dan digitalisasinya, serta risiko bencana alam yang sering terjadi dengan tingkat kesiapsiagaan warga yang belum maksimal. Pengabdian Masyarakat melalui program Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui tiga program utama yaitu, kolaborasi pencegahan stunting, percepatan potensi ekonomi melalui digitalisasi, dan pembentukan kesadaran tanggap bencana. Dengan metode partisipatif yang melibatkan observasi dan wawancara langsung dengan perangkat desa serta masyarakat, program kerja dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik masyarakat dilokasi. Hasil dari kegiatan ini meliputi: 1). Program pencegahan stunting berhasil diimplementasikan melalui kolaborasi dengan kader posyandu dalam distribusi PMT, pemetaan wilayah stunting untuk intervensi yang lebih terarah. 2). Dilakukan pendampingan digitalisasi UMKM melalui repackaging produk, pembuatan QRIS untuk transaksi digital, dan rebranding media sosial untuk promosi ekowisata. 3) Program mitigasi bencana melakukan pemetaan lokasi bahaya gempa bumi  dan sosialisasi peningkatan kesadaran serta kesiapsiagaan warga. Program ini berhasil memberikan solusi praktis dan memperkuat pondasi untuk pembangunan desa yang berkelanjutan.
Model Integratif Perlindungan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional di Indonesia: Perspektif Hukum, Komunitas, dan Teknologi Purnama, Muhammad Amran; Sukmawati, Siti; Rahmawati, Ajeng; A.K, Risti Zaenab; Amran Purnama, Muhammad
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i01.3139

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas perlindungan pengetahuan tradisional (PT) dan ekspresi budaya tradisional (EBT) di Indonesia melalui kajian terhadap kerangka regulasi, kondisi sosial-budaya komunitas adat, serta potensi pemanfaatan teknologi digital dalam sistem perlindungan kekayaan intelektual komunal (KIK). Meskipun pemerintah telah menerbitkan PP No. 56 Tahun 2022, hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi yang ada masih belum sepenuhnya selaras dengan karakter budaya komunal yang diwariskan lintas generasi dan tidak memiliki pencipta tunggal. Hambatan utama justru muncul dari minimnya literasi hukum, lemahnya pendokumentasian budaya, serta keterbatasan kapasitas komunitas adat dalam mengakses mekanisme perlindungan hukum. Hasil analisis juga menemukan bahwa digitalisasi, termasuk pengarsipan digital dan teknologi blockchain, membawa peluang baru untuk memperkuat dokumentasi, verifikasi kepemilikan, dan pengawasan penggunaan budaya. Namun, perkembangan ini diiringi risiko penyalahgunaan budaya secara digital apabila tidak didukung oleh regulasi yang memadai dan peningkatan kapasitas komunitas adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan PT dan EBT memerlukan pendekatan integratif yang menggabungkan penguatan regulasi, pemberdayaan komunitas sebagai pemilik budaya, serta pemanfaatan teknologi yang tepat guna. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan perlindungan budaya tradisional, sekaligus memastikan keberlanjutan, keadilan, dan kedaulatan budaya bagi masyarakat adat di Indonesia.