Desa Cicareuh menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan terpadu karena lokasinya yang terpencil secara geografis. Kondisi ini berdampak pada rendahnya cakupan pemeriksaan kesehatan rutin, khususnya di kalangan lansia, dan tingginya risiko stunting akibat kurangnya literasi gizi di kalangan ibu dengan balita dan ibu hamil. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan model kolaborasi partisipatif antara tim Pengabdian Masyarakat dalam memperkuat akses kesehatan dan literasi gizi melalui dua inisiatif unggulan: bantuan dalam pemeriksaan kesehatan gratis untuk lansia dan pendidikan pencegahan stunting. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Aksi Partisipatif, yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat di semua tahapan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, implementasi, hingga evaluasi program. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025, melibatkan 50 peserta lansia dalam pemeriksaan kesehatan dan 30 peserta dalam sesi pendidikan stunting, yang terdiri dari ibu dengan balita, ibu hamil, kader posyandu, dan remaja putri. Hasil menunjukkan bahwa 20% lansia sebelumnya memiliki kadar glukosa darah tinggi yang tidak terdiagnosis, sementara hanya 30% peserta lansia yang memiliki asuransi kesehatan BPJS aktif. Dalam program pendidikan stunting, terdapat peningkatan pemahaman peserta yang signifikan. Partisipasi aktif kader posyandu dan bidan desa sebagai mitra lokal merupakan faktor kunci dalam membangun kepemilikan komunitas terhadap program tersebut. Kolaborasi partisipatif ini terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kesadaran dan memungkinkan deteksi dini penyakit, tetapi juga dalam memperkuat kapasitas kelembagaan lokal untuk memastikan keberlanjutan program. Model ini merekomendasikan penguatan sinergi antara universitas, pemerintah desa, dan masyarakat setempat sebagai strategi kontekstual dan berkelanjutan untuk pemberdayaan kesehatan masyarakat.