Picture Exchange Communication System (PECS) merupakan salah satu terapi yang menitikberatkan pada penggunaan alat bantu visual yang dapat dijadikan cara untuk membantu anak dalam melatih kemampuan berkomunikasi dengan cara komunikasi menggunakan sistem pertukaran gambar dengan benda atau barang yang dikehendaki anak. Terapi PECS dapat diterapkan pada siswa-siswi tunagrahita yang memiliki intelektual dibawah rata-rata dimana salah satu cirinya adalah mereka mengalami keterbatasan atau hambatan dalam berkomunikasi verbal. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan memgembangkan ketrampilan guru-guru di SDLB Negeri Ternate tentang terapi PECS yang bisa digunakan untuk anak-anak yang mengalami hambatan komunikasi verbal, menambah pengetahuan dan mengembangkan ketrampilan tenaga pendidik, meningkatkan ketrampilan komunikasi verbal siswa-siswi tunagrahita, dan dapat membantu tenaga pendidik dalam mengatasi kendala selama proses pembelajaran yang berkaitan dengan komunikasi verbal siswa-siswi tunagrahita. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi yang terbagi menjadi 3 tahap pelaksanaan dengan target sasaran guru-guru dan staff SDLB Negeri Ternate. Hasil yang dicapai dari pengabdian ini, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan guru-guru akan terapi PECS, membantu siswa-siswi tunagrahita dalam memahami dan mengekspresikan ide serta menambah ketrampilan komunikasi verbal mereka. Dengan dampak berkelanjutan adalah penerapan terapi PECS pada proses pembelajaran di sekolah serta ada pendampingan penggunaaan terapi pada guru-guru ataupun orang tua siswa. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa sosialisasi terapi PECS efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan guru-guru serta mendorong guru-guru untuk menerapkan terapi selama proses pembelajaran.