Lassa, Sharron Esther Michelle
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Autentisitas Karya Seni AI menurut Fenomenologi Martin Heidegger Lassa, Sharron Esther Michelle; Martin Suryajaya
Jurnal SeniRupa Warna Vol. 14 No. 1 (2026): Transformasi Etika dan Estetika dalam Seni Rupa di Era Digital
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v14i1.731

Abstract

Dalam perspektif fenomenologi eksistensial Heidegger, karya seni yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI) tidak dapat dianggap autentik karena tidak lahir dari pergulatan Dasein yang terlempar ke dunia, mengalami kecemasan eksistensial (Angst), dan tidak menghadapi kematian sebagai kemungkinan yang paling sendiri. Karya seni yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) hanyalah suatu kalkulasi atas pola-pola karya seni yang sudah ada sebelumnya. Dalam tulisan ini penulis akan menjelaskan bahwa penciptaan seni yang autentik lahir dari Dasein atas perjuangan dalam menghadapi keterlemparan dan kecemasannya sendiri. Melalui kanvas kosong, serta keharusan dalam memproyeksikan berbagai kemungkinan dalam ketiadaan menjadikan Dasein harus mengambil tanggung jawab dalam karya yang akan dibuat. Dalam era kecerdasan buatan (AI) yang instan, manusia dapat jatuh dalam hidup yang tidak autentik. Dengan berkarya melalui kegelisahan yang nyata, manusia dapat menghasilkan karya-karya yang benar-benar autentik dan tidak mengikuti suatu pola yang sudah ada. Temuan penelitian menunjukkan bahwa seni AI tidak menghadirkan proses pengungkapan makna sebagaimana dimungkinkan oleh Dasein, dan kebaruan tulisan ini terletak pada penegasan bahwa ketidakautentikan AI muncul bukan dari kualitas visualnya, melainkan dari absennya pengalaman eksistensial yang menjadi syarat penciptaan seni dalam pemikiran Heidegger. Kata kunci: fenomenologi, autentik, seni AI, kecerdasan buatan, penciptaan seni