Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Filsafat Konstruktivisme dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Bagi Pengembangan Keterampilan Sosial Siswa Shazwina Syifa Aulia; Akhmad Fajar Prasetya
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat konstruktivisme merupakan salah satu landasan penting dalam pendidikan modern yang menekankan peran aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman dan interaksi sosial. Dalam konteks pendidikan Indonesia yang tengah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, pendekatan konstruktivistik menjadi semakin relevan, tidak hanya dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam layanan bimbingan dan konseling (BK). Permasalahan yang muncul adalah masih terbatasnya pemahaman dan kajian komprehensif mengenai integrasi filsafat konstruktivisme dalam layanan BK, khususnya dalam pengembangan keterampilan sosial siswa. Padahal, keterampilan sosial seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, empati, dan pengendalian diri merupakan kompetensi esensial bagi keberhasilan siswa dalam kehidupan pribadi dan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran filsafat konstruktivisme dalam layanan bimbingan dan konseling bagi pengembangan keterampilan sosial siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur (literature review) dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dan dipublikasikan dalam rentang waktu 2017–2025. Proses kajian meliputi identifikasi tema, seleksi artikel berdasarkan kriteria kredibilitas dan keterkaitan topik, analisis isi, serta sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat konstruktivisme, baik dalam perspektif kognitif maupun sosial, menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam membangun makna pengalaman belajar dan sosialnya. Penerapan prinsip konstruktivistik dalam layanan BK memperkuat peran konselor sebagai fasilitator reflektif yang membantu siswa mengembangkan pemahaman diri, nilai personal, serta kualitas interaksi sosial secara adaptif dan kontekstual. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi filsafat konstruktivisme dalam layanan bimbingan dan konseling memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang signifikan dalam pengembangan keterampilan sosial siswa secara berkelanjutan.