Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan karakter religius, karakter bertanggung jawab, dan karakter kemandirian siswa pada sekolah berasrama di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penguatan karakter religius siswa dibentuk melalui serangkaian kegiatan rutin keagamaan yang terstruktur, yaitu shalat berjamaah, qultum dalam bahasa Inggris dan Arab, qiro'ah qabla naum (membaca Al-Qur'an sebelum tidur), dan program tahfidz Al-Qur'an; (2) penguatan karakter bertanggung jawab dibangun melalui mekanisme piket kebersihan asrama dan keterlibatan dalam tugas kolektif; serta (3) penguatan karakter kemandirian dikembangkan melalui pembiasaan aktivitas keseharian di asrama, seperti mengurus kebutuhan pribadi dan mengikuti jadwal terprogram. Hubungan antara kegiatan asrama dan pembentukan karakter ini bersifat sangat kuat dan sistematis, di mana lingkungan asrama yang terstruktur berhasil menciptakan proses transformasi karakter dari tahap pembiasaan hingga menjadi nilai internal. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya desain lingkungan pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa secara holistik. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengelola sekolah berasrama lain dalam merancang program penguatan karakter yang efektif.