Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Desain Tas Hanmade dengan Teknik Patchwork di MA Futuhiyah 2 Mranggen Kabupaten Demak sari, Purwosiwi Pandansari; Rina Purwanti; Noorlaila Ramadhani; Ninik Djati Wuryaningsih
Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Meira Visi Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69726/edujpm.v3i1.248

Abstract

Tim Pengabdian prodi Pendidikan vokasional desain fashion melaksanakan pengabdian di Ma Futuhiyah Merangen 2. Kegiatan ini merupakan pelatihan untuk siswa kelas 2 dalam mata pelajaran kewirausahaan . pelatihan ini juga mengulas tetang perkembangan tren fashion saat ini yang di buat pada produk handmade memliki nilai seni tinggi dan daya jual yang baik, Teknik yang digunakan merupakan usaha dari Sustainable fashion. Fashion yang berkelanjutan dengan kombinasi Teknik patchwork. Teknik patchwork dipilih dalam pelatihan ini untuk memabah skill siswa dalam ketermpilan menjahit dan belajar berbagai jenis kain yang akan di gunakan untuk proses pembuatan tas handmade ini dari desain, pemilihan bahan-bahan untuk di kombinakasin dengan teknik patchwork, dan pembuatan produk. Hasil pelatihan ini berupa tas handmade dengan desain unik. Kata Kunci: pelatihan , Teknik patchwork, fashion, tas
EKSPLORASI DESAIN BUSANA PESTA WANITA BERBASIS INTERPRETASI LEGENDA PUTRI JUNJUNG BUIH DENGAN KAIN SASIRANGAN Badriyah, Mayzahro Nuzulailatul; sari, Purwosiwi Pandansari
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i2.2412

Abstract

This research explores the creation of women’s party wear using Sasirangan as an Indonesian heritage textile (wastra). Although Sasirangan shares resist-dyeing characteristics with Batik, it is distinguished by its basting stitch technique (jelujur). Despite its development in contemporary fashion, designs that explicitly visualize the narrative of Princess Junjung Buih remain limited. This study aims to create a statement piece integrating the Ombak Sinampur Karang motif to represent the legend’s aesthetic and philosophical values. A descriptive qualitative creation method was applied through the stages of exploration, design, and realization, using design semiotics theory to transform narrative elements into contemporary visuals. Tailoring techniques convey a regal structure, while draping represents the water foam symbolizing the princess’s emergence. The results show that the “Deep Azure Essence” design successfully expresses Banjar cultural identity in modern fashion. Feasibility testing by three experts yielded an average score of 4.58 (“Highly Feasible”), with the highest score in the semiotics and cultural aspect (4.73). This study highlights local textile-based fashion innovation as a strategic effort in preserving South Kalimantan’s culture.