Umi Suci Purnama Sari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. K Umur 30 Tahun G1P0A0 di Kelurahan Kampung Enam, Tarakan Umi Suci Purnama Sari; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) is a midwifery care approach that provides comprehensive and continuous services to women throughout pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning. This case study aims to describe the implementation of CoC midwifery care for Mrs. K, 30 years old, in Kampung Empat Village, Tarakan City, who experienced a physiological pregnancy during the first and second trimesters, but in the third trimester was diagnosed with umbilical cord entanglement and meconium-stained amniotic fluid, leading to a Sectio Caesarea (SC) procedure. The study employed a case study method using the seven-step Varney management approach and SOAP documentation. Data were collected through interviews, physical examinations, observations, and document reviews. The results showed that during the first trimester, the mother experienced mild nausea and vomiting that were managed through nutritional education and adequate rest. The second trimester progressed normally, while in the third trimester, signs of fetal distress were identified—specifically, a single umbilical cord loop around the fetal neck and meconium-stained amniotic fluid—prompting an SC procedure to prevent fetal asphyxia. A live male infant was born weighing 2,900 grams, measuring 49 cm in length, with an APGAR score of 8–9. The postpartum period was normal, the surgical wound healed well, breastfeeding was successful, and the mother chose the Copper T-380A IUD as a long-term contraceptive method. The implementation of CoC for Mrs. K highlights the importance of continuous monitoring to enable early detection of complications, enhance maternal readiness, and support the success of postpartum family planning programs.   Abstrak Asuhan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) merupakan pendekatan pelayanan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh dan berkesinambungan kepada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan CoC pada Ny. K, usia 30 tahun, di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan, yang mengalami kehamilan fisiologis pada trimester I dan II, namun trimester III ditemukan lilitan tali pusat dan ketuban keruh sehingga dilakukan tindakan Sectio Caesarea (SC). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Data diperoleh melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi. dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan pada trimester I ibu mengalami mual muntah ringan yang dapat diatasi melalui edukasi gizi dan istirahat. Trimester II berjalan normal, sedangkan trimester III terjadi tanda gawat janin berupa lilitan tali pusat satu kali di leher janin dengan ketuban keruh, sehingga dilakukan SC untuk mencegah asfiksia. Bayi lahir hidup, laki-laki, berat badan 2.900 gram, panjang badan 49 cm, dan nilai APGAR 8–9. Masa nifas berlangsung normal, luka operasi sembuh baik, ASI eksklusif berjalan lancar, dan ibu memilih kontrasepsi IUD (Copper T-380A). Pelaksanaan CoC pada Ny. K menunjukkan pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk deteksi dini komplikasi, meningkatkan kesiapan ibu, serta mendukung keberhasilan program keluarga berencana pasca persalinan.
Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Pijat Common Cold untuk Meredakan Batuk Pilek pada Anak Balita Eni Tri Sudarman; Ari Widyaningsih; Umi Suci Purnama Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coughs and colds are common in toddlers, as their immune systems are not yet fully developed, making them highly susceptible to viruses. Parents perception that coughs and colds are a normal occurrence in toddlers leads to less prompt and appropriate treatment. Common cold massage therapy can be performed independently by mothers. Many mothers do not know how to massage a baby with a common cold. This community service activity was conducted at the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Selumit Village, Pantai, Central Tarakan, to increase mothers' knowledge and skills about coughs and colds, which can be treated not only pharmacologically but also non-pharmacologically, namely through common cold therapy. Participants in this activity were 11 mothers with babies/toddlers at the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Selumit Village, Pantai, Central Tarakan, totaling 11 people. The methods used were lectures, discussions, and demonstrations. The evaluation results showed an increase in mothers knowledge about common cold massage. It is hoped that mothers can practice baby massage when their babies/toddlers experience a common cold. Therefore, it is recommended that mothers with toddlers who are experiencing coughs and colds can provide cough and cold therapy to their children.   Abstrak Masalah batuk pilek pada balita sering dijumpai, dikarenakan sistem imun balita yang masih belum terbentuk sempurna, sehingga sangat rentan terjangkit virus. Persepsi orangtua tentang batuk pilek adalah hal yang wajar terjadi pada balit menyebabkan penanganan kurang cepat dan tepat terhadap batuk pilek. Pijat common cold terapi pijat dapat dilakukan secara mandiri oleh ibu. Banyak ibu yang tidak mengetahui cara pijat bayi commond cold. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Posyandu Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang batuk pilek yang bisa di obati tidak hanya dengan cara farmakologi tetapi juga non farmakologi yaitu dengan cara terapi common cold. Peserta kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai bayi/balita di Posyandu Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah sejumlah 11 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan para ibu tentang pijat common cold Diharapkan ibu dapat mempraktikkan pijat bayi saat bayi/balitanya mengalami common cold. Sehingga disarankan kepada ibu yang memiliki balita dan sedang mengalami batuk pilek untuk bisa melakukan piat batuk pilek pada anak.