Eni Tri Sudarman
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pijat Oksitosin sebagai Upaya Dalam Peningkatan Produksi ASI di RSUD DR. H. Jusuf SK Tarakan Eni Tri Sudarman; Moneca Diah Listiyaningsih; Kurniawati; Gresloan, Anny; Damayanty, Thisna
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breastfeeding is the best method to increase life expectancy for a baby. However, coverage of exclusive breastfeeding in the first six months of a baby's life is still quite low at RSUD Dr. H. Jusuf Sk Tarakan. Even though breastfeeding is a natural activity, there are many obstacles. Starting from physiological and psychological conditions. Of the several obstacles in breastfeeding, the majority of people complaining about producing little breast milk is a complaint. There are several solutions to overcome complaints and obstacles to producing little breast milk. One method that can be applied is through oxytocin massage. Oxytocin massage applied to breastfeeding mothers can increase the amount of breast milk on the third day after birth. Apart from that, oxytocin massage also speeds up the production phase of the breastfeeding hormone, the hormone prolactin so that breast milk supply increases gradually. So, community service activities (PkM) were carried out to provide knowledge about oxytocin massage and train how to do oxytocin massage to the husbands or families of postpartum patients at RSUD Dr. H. Jusuf Sk Tarakan Oxytocin massage training was carried out on 20 postpartum and breastfeeding patients. The activities provided included the delivery of material on oxytocin massage techniques through leaflets, lectures, as well as a simulation of oxytocin massage skills which was held in the Dr. RSUD Hall. H. Jusuf Sk Tarakan. The planned output target of this PKM activity is the publication of articles in the CFP Midwifery Study Program. The results of this PkM activity show a gradual increase in knowledge and skills of the target in carrying out oxytocin massage, with an increase in knowledge of 40%. It is recommended that midwives teach the oxytocin massage technique to every postpartum mother and make it a routine part of postpartum mother's care to help increase breast milk production.   Abstrak Menyusui merupakan metode terbaik untuk meningkatkan angka harapan hidup bagi seorang bayi. Namun, cakupan pemberian ASI ekslusif pada enam bulan pertama kehidupan bayi masih cukup rendah di RSUD Dr. H. Jusuf Sk Tarakan. Walaupun menyusui merupakan kegiatan yang bersifat alamiah, namun ada banyak kendala. Mulai dari kondisi yang bersifat fisiologis maupun psikologis. Dari beberapa kendala dalam menyusui, pengeluaran ASI yang sedikit mayoritas menjadi keluhan. Terdapat beberapa solusi untuk mengatasi adanya keluhan dan kendala pengeluaran ASI yang sedikit. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah melalui pijat oksitosin. Pijat oksitosin yang diterapkan pada ibu menyusui mampu memperbanyak jumlah ASI pada hari ketiga pasca kelahiran. Selain itu, pijat oksitosin juga mempercepat fase produksi hormon menyusui, hormon prolaktin sehingga suplai ASI meningkat secara bertahap. Maka, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang pijat oksitosin dan melatih cara melakukan pijat oksitosin pada suami atau keluarga pasien nifas di RSUD Dr. H. Jusuf Sk Tarakan Pelatihan pijat oksitosin dilakukan pada 18 pasien nifas dan menyusui. Kegiatan yang diberikan meliputi penyampaian materi tentang teknik pijat oksitosin melaui media leaflet, dan ceramah, serta simulasi keterampilan pijat oksitosin yang diadakan di Aula RSUD Dr. H. Jusuf Sk Tarakan.Target luaran yang direncanakan dari kegiatan PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang pijat oksitosin. Hasil dari kegiatan PkM ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara bertahap dan keterampilan pada sasaran dalam melakukan pijat oksitosin, dengan peningkatan pengetahuan sebesar 40%. Disarankan agar bidan mengajarkan teknik pijat oksitosin kepada setiap ibu nifas dan menjadikannya sebagai bagian rutin dari perawatan ibu nifas untuk membantu meningkatkan produksi ASI.
Optimalisasi Pijat Counter Pressure untuk Persalinan Aman dan Nyaman di RSUD dr. H Jusuf SK Tarakan Eni Tri Sudarman; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mothers giving birth often experience intense pain and discomfort due to uterine contractions. This pain not only has a physical impact but can also cause stress and anxiety, potentially delaying the labor process. Therefore, efforts to reduce labor pain are a primary focus of midwifery services to ensure a safe and comfortable delivery. One non-pharmacological technique for reducing labor pain is counter pressure massage. Midwives play a crucial role in improving maternal health and well-being, especially during labor. The method used is descriptive. The report is a case study, taking the case of a mother giving birth at dr. H. Jusuf SK Tarakan Regional Hospital. Results obtained during comprehensive care showed that the patient complained of pain during labor, and appropriate management was provided, including counterpressure to reduce pain. The conclusion is that comprehensive midwifery care was provided to the mother, preventing complications and ensuring a safe and comfortable delivery.   Abstrak Ibu melahirkan sering mengalami rasa nyeri yang intens dan ketidaknyamanan akibat kontraksi rahim. Rasa nyeri ini tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga dapat menimbulkan stres dan kecemasan yang berpotensi memperlambat proses persalinan. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi rasa nyeri persalinan menjadi salah satu fokus utama dalam pelayanan kebidanan agar persalinan dapat berlangsung aman dan nyaman. Salah satu teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan adalah pijat counter pressure. Bidan memegang peran penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu terutama dimasa persalinan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Jenis laporan yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) yaitu dengan cara mengambil kasus ibu bersalin di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Hasil yang diperoleh selama asuhan komprehensif pasien mengeluh nyeri saat persalinan sehingga diberikan tata laksana sesuai dengan kasus dan pemberian counter pressure untuk mengurangi nyeri. Kesimpulannya adalah asuhan kebidanan komprehensif telah diberikan pada ibu bersalin sehingga ibu terhindar dari komplikasi dan menjalani persalinannya dengan aman dan nyaman. Disarankan melalui studi kasus asuhan kebidanan ini mahasiswa dapat menerapkan atau mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah didapatkan pada praktik lahan nanti.
Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Pijat Common Cold untuk Meredakan Batuk Pilek pada Anak Balita Eni Tri Sudarman; Ari Widyaningsih; Umi Suci Purnama Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coughs and colds are common in toddlers, as their immune systems are not yet fully developed, making them highly susceptible to viruses. Parents perception that coughs and colds are a normal occurrence in toddlers leads to less prompt and appropriate treatment. Common cold massage therapy can be performed independently by mothers. Many mothers do not know how to massage a baby with a common cold. This community service activity was conducted at the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Selumit Village, Pantai, Central Tarakan, to increase mothers' knowledge and skills about coughs and colds, which can be treated not only pharmacologically but also non-pharmacologically, namely through common cold therapy. Participants in this activity were 11 mothers with babies/toddlers at the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Selumit Village, Pantai, Central Tarakan, totaling 11 people. The methods used were lectures, discussions, and demonstrations. The evaluation results showed an increase in mothers knowledge about common cold massage. It is hoped that mothers can practice baby massage when their babies/toddlers experience a common cold. Therefore, it is recommended that mothers with toddlers who are experiencing coughs and colds can provide cough and cold therapy to their children.   Abstrak Masalah batuk pilek pada balita sering dijumpai, dikarenakan sistem imun balita yang masih belum terbentuk sempurna, sehingga sangat rentan terjangkit virus. Persepsi orangtua tentang batuk pilek adalah hal yang wajar terjadi pada balit menyebabkan penanganan kurang cepat dan tepat terhadap batuk pilek. Pijat common cold terapi pijat dapat dilakukan secara mandiri oleh ibu. Banyak ibu yang tidak mengetahui cara pijat bayi commond cold. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Posyandu Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang batuk pilek yang bisa di obati tidak hanya dengan cara farmakologi tetapi juga non farmakologi yaitu dengan cara terapi common cold. Peserta kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai bayi/balita di Posyandu Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah sejumlah 11 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan para ibu tentang pijat common cold Diharapkan ibu dapat mempraktikkan pijat bayi saat bayi/balitanya mengalami common cold. Sehingga disarankan kepada ibu yang memiliki balita dan sedang mengalami batuk pilek untuk bisa melakukan piat batuk pilek pada anak.