Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pajak terhadap pendapatan negara Indonesia serta mengevaluasi kebijakan optimalisasi pendapatan negara melalui kedua sektor tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini menganalisis kontribusi BUMN dan sektor pajak terhadap total pendapatan negara selama tahun anggaran 2025. Metode kuantitatif berupa analisis regresi digunakan untuk mengukur pengaruh sektor BUMN dan pajak terhadap pendapatan negara, sementara metode kualitatif digunakan untuk memahami kebijakan fiskal yang mendasari strategi optimalisasi kedua sektor ini. Data yang digunakan diperoleh dari Kementerian Keuangan, laporan tahunan BUMN, dan Direktorat Jenderal Pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi dividen BUMN dan penerimaan pajak terus meningkat, meskipun masih terdapat tantangan besar, seperti ketidakpatuhan pajak di sektor informal dan UMKM serta efisiensi pengelolaan BUMN yang perlu ditingkatkan. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi kebijakan untuk memperluas basis pajak dengan mengintegrasikan sektor informal dan UMKM, serta mendorong BUMN untuk meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi pengelolaan aset. Penelitian ini juga membandingkan kebijakan fiskal Indonesia dengan negara lain yang memiliki sistem perpajakan dan pengelolaan BUMN yang lebih efisien, sehingga dapat memberikan wawasan bagi perbaikan kebijakan fiskal di Indonesia. Kata Kunci BUMN, pajak, pendapatan negara, kebijakan fiskal, optimalisasi. AbstractThis study aims to analyze the contribution of State-Owned Enterprises (SOEs) and taxation to Indonesia’s state revenue and to evaluate policies for optimizing state revenue through these two sectors. Using both quantitative and qualitative approaches, the research examines the contribution of SOEs and the tax sector to total state revenue during the 2025 fiscal year. The quantitative method employs regression analysis to measure the influence of the SOE and tax sectors on state revenue, while the qualitative method is used to understand the fiscal policies underlying the strategies for optimizing these two sectors. The data are obtained from the Ministry of Finance, SOE annual reports, and the Directorate General of Taxes. The results show that contributions from SOE dividends and tax revenues continue to increase, although significant challenges remain, such as tax non-compliance in the informal sector and among micro, small, and medium enterprises (MSMEs), as well as the need to improve the efficiency of SOE management. The recommendations include policies to broaden the tax base by integrating the informal sector and MSMEs, and encouraging SOEs to enhance operational efficiency and transparency in asset management. This study also compares Indonesia’s fiscal policies with those of other countries that have more efficient tax systems and SOE management, thereby providing insights for improving fiscal policy in Indonesia. KeywordsState-Owned Enterprises (SOEs), taxation, state revenue, fiscal policy, optimization.