Pelayanan kefarmasian merupakan wujud profesionalisme di bidang kesehatan yang menjadi tanggung jawab apoteker dalam meningkatkan kualitas layanan serta mutu hidup pasien. Apotek sebagai fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kefarmasian yang bermutu dan berorientasi pada kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kelurahan Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta dengan metode Servqual (Service Quality). Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 126 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan jumlah responden ditentukan menggunakan rumus Lemeshow. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang valid dan reliabel; yang disusun berdasarkan lima dimensi Servqual, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan statistik, dengan interpretasi hasil berdasarkan lima kategori kepuasan, yaitu “Sangat Puas”, “Puas”, “Cukup Puas”, “Tidak Puas”, dan “Sangat Tidak Puas” pada setiap dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kelurahan Maguwoharjo berada pada kategori sangat puas di seluruh dimensi dengan skor tangible sebesar 86,39; reliability 88,93; responsiveness 89,52; assurance 90,87; dan empathy 88,93. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kelurahan Maguwoharjo tergolong sangat puas di seluruh dimensi mutu pelayanan.