Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis masih menjadi permasalahan dalam penerapan pertanian berkelanjutan karena berdampak pada meningkatnya biaya produksi, penurunan kesehatan tanah, dan pencemaran lingkungan. Kelompok Tani Fajar Baru di Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) berbasis bahan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui sosialisasi dan distribusi buku saku “Pedoman Pembuatan Pupuk Organik Cair” sebagai media edukasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan petani secara aktif melalui kegiatan ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan POC dari limbah sayuran, molase, dan EM4. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 42,3% pada pre-test menjadi 89,7% pada post-test. Sebanyak 40 eksemplar buku saku berhasil didistribusikan dan dimanfaatkan oleh peserta sebagai panduan teknis di lapangan. Seluruh peserta terlibat aktif dalam praktik pembuatan POC dan sebagian besar mampu mereplikasi proses secara mandiri pascakegiatan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pengurangan ketergantungan pupuk kimia, efisiensi biaya produksi, serta peningkatan kesadaran petani dalam pengelolaan limbah organik dan kesehatan tanah. Program ini berpotensi direplikasi pada kelompok tani lain sebagai model pengabdian masyarakat berbasis pertanian ramah lingkungan.