Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Self-Efficacy dengan Burnout pada Dosen Perguruan Tinggi Swasta di Kota Kupang Melki Oktofianus Lalay; Maria Lodika Long
LEARNTECH: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 1 No. 04 (2026): ISSUE JANUARI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja (burnout) di kalangan dosen perguruan tinggi swasta (PTS) merupakan isu yang semakin mendapat perhatian, khususnya di daerah dengan keterbatasan sumber daya seperti Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Beban kerja multidimensi yang mencakup pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tugas administratif, ditambah dengan keterbatasan kesejahteraan finansial, berpotensi menurunkan kesehatan mental dan kinerja dosen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dan burnout pada dosen perguruan tinggi swasta di Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 233 dosen perguruan tinggi swasta di Kota Kupang yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala self-efficacy yang diadaptasi dari konsep Bandura dan skala burnout yang mengacu pada Maslach Burnout Inventory (MBI). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-efficacy dosen berada pada kategori sedang hingga tinggi (Mean = 3,65; SD = 0,52), sementara tingkat burnout berada pada kategori sedang (Mean = 3,20; SD = 0,60). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan burnout (r = −0,38; p = 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi self-efficacy dosen, semakin rendah tingkat burnout yang dialami.