Tujuan dari kegiatan pengabdian ini ialah untuk mengetahui strategi penetapan harga pada usaha sablon dan konveksi di kabupaten ponorogo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang mendalam. Proses dalam mengumpulkan data dilakukan melalui dalam berbagai cara, termasuk wawancara mendalam dengan pihak terkait, observasi langsung terhadap proses produksi, serta dokumentasi kegiatan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang memengaruhi penerapan teknik sablon di SKM Industri Ponorogo, yaitu: (1) Faktor biaya produksi, (2) Faktor efisiensi waktu dan hasil, (3) Faktor permintaan dan kompleksitas desain, dan (4) Faktor teknologi dan sumber daya manusia. Sablon manual masih digunakan karena biaya rendah dan hasil yang tahan lama, sementara sablon digital diterapkan untuk pesanan massal dan desain kompleks. Kombinasi keduanya meningkatkan efisiensi produksi hingga 35% dan memperluas variasi produk.