Wantasan, Isnawati Lydia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sinonimi Istilah Perempuan dalam Al-Qur’an: Analisis Semantik Kontekstual Berbasis Korpus dan Implikasinya bagi Terjemahan Bahasa Indonesia Gazali, Indri; Wantasan, Isnawati Lydia; Tulung, Golda J.
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 14, No 2 (2025): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.14.2.702-719.2025

Abstract

Penelitian ini menganalisis sinonimi istilah perempuan dalam Al-Qur’an menggunakan pendekatan semantik kontekstual berbasis korpus, serta menelaah implikasinya terhadap pemadanan terjemahan bahasa Indonesia. Fokus kajian diarahkan pada dua pasangan nomina yang kerap diperlakukan setara, yaitu al-nisāʾ dan al-unṯā, serta al-umm dan al-wālidah. Penelitian memanfaatkan korpus Al-Qur’an bahasa Arab (14.918 ragam kata; 77.923 jumlah kata) dan korpus terjemahan resmi bahasa Indonesia (6.140 ragam kata; 172.093 jumlah kata). Data diekstraksi menggunakan perangkat lunak pengolah korpus untuk memperoleh frekuensi, sebaran kemunculan, konkordansi kata dalam konteks, pola kolokasi, serta klaster frasa yang berulang; keluaran kuantitatif tersebut dipadukan dengan analisis semantik kualitatif, analisis komponen makna, dan verifikasi konteks ayat melalui rujukan tafsir. Hasil menunjukkan bahwa al-nisāʾ dan al-unṯā merupakan sinonimi dekat. Al-nisāʾ cenderung beroperasi dalam domain sosial–hukum (relasi gender, hak, kewajiban), sedangkan al-unṯā lebih sering beroperasi pada domain biologis–esensial, terutama dalam oposisi jenis kelamin dengan al-dhakar, sehingga pola kolokasinya berbeda secara konsisten. Pada kelompok istilah keibuan, al-wālidah memperlihatkan distribusi yang relatif terbatas dan berorientasi biologis, sementara al-umm menunjukkan fleksibilitas semantik yang tinggi, termasuk pemakaian metaforis yang mengaktivasi dimensi sosial dan simbolik. Temuan ini mengindikasikan bahwa penyederhanaan padanan terjemahan berpotensi mengaburkan distingsi makna dan mengurangi ketepatan pesan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyediakan bukti empiris berbasis korpus untuk memformalkan pembedaan makna leksikal–kontekstual pada istilah perempuan dalam Al-Qur’an, sekaligus memberikan rujukan bagi evaluasi kesepadanan terjemahan bahasa Indonesia.