Latar belakang: Tinggi rendahnya budaya literasi membaca anak-anak dipengaruhi oleh lingkungan dimana anak-anak dibesarkan. Mulai dari lingkungan dirumah sampai dilingkungan sekolah. Rendahnya budaya literasi di Desa Dalu Sepuluh-A Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara yang salah satunya adalah kurangnya literasi membaca yang menyebabkan siswa-siswa sekolah belum memiliki kompetensi. Hal ini disebabkan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di sekolah. Hal tersebut mengakibatkan lemahnya minat membaca dan menulis pada anak sekolah dasar. Tujuan dari adanya pengabdian masyarakat ini adalah agar adanya kebiasaan membaca yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan anak sekolah dasar. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini dengan memberikan sosialisasi dan komunikasi serta pelatihan selama 2 bulan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya kebiasaan membaca. Bukan hanya aktivitas membaca biasa tetapi aktivitas ini dapat menjadi budaya yang menghasilkan manfaat, termasuk menumbuhkan minat dalam membaca dan menulis bagi anak sekolah dasar di Desa Dalu Sepuluh-A Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara dan juga mulai tersedianya lingkungan yang nyaman dan fasilitas yang cukup memadai sebagai salah satu bentuk untuk membangun budaya literasi membaca. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah penting adanya strategi komunikasi dalam literasi membaca anak sekolah dasar karena memegang peranan penting dalam proses pendidikan, terutama dalam mendukung terciptanya budaya literasi di lingkungan sekolah. Dalam konteks pendidikan dasar dan menengah, komunikasi menjadi medium utama dalam menyampaikan pengetahuan, membentuk karakter, serta mendorong interaksi dua arah yang memungkinkan terjadinya pemahaman yang lebih mendalam antara pendidik dan peserta didik.