Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDAMPINGAN GERAKAN MEMBACA, MENULIS, DAN BERHITUNG (CALISTUNG) GUNA MENINGKATKAN LITERASI DASAR SISWA DI KELURAHAN BESAR, MEDAN LABUHAN Panggabean, Dewi Sartika; Zulvia Misykah; Sintia Siallagan; Fahnur Najah; Natasya Amalia Putri; Khairunnisa; Oriza Nuraulya Ambarita; Nurul Muharani Siregar; Rosmei Hutabarat
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6879

Abstract

Latarbelakang: Rendahnya kemampuan literasi dasar di wilayah urban marginal sering kali dipicu oleh keterbatasan akses fasilitas belajar dan tingginya ketergantungan anak terhadap gawai. Di Kelurahan Besar, Medan Labuhan, banyak siswa kelas rendah belum menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) secara memadai akibat kurangnya pendampingan belajar di luar sekolah. Kondisi ini memerlukan intervensi komunitas yang terstruktur untuk membangun fondasi akademik yang kuat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dasar siswa melalui pendampingan gerakan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas I–III Sekolah Dasar yang belum menguasai kemampuan calistung secara memadai. Pelaksanaan dilakukan selama Agustus–Oktober 2025 di posko pendampingan yang disediakan oleh mahasiswa PPL Universitas Battuta. Metode kegiatan mencakup observasi awal, pendampingan harian berbasis fun learning, penggunaan bahan ajar kontekstual, serta evaluasi melalui wawancara dan refleksi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca lancar, menulis kalimat sederhana, dan menyelesaikan operasi hitung dasar. Selain itu, terjadi perubahan positif dalam kebiasaan belajar anak yaitu dari dominasi penggunaan gawai menjadi lebih tertarik pada aktivitas edukatif serta meningkatnya partisipasi orang tua dalam mendukung proses belajar di luar sekolah. Kesimpulan: Program ini membuktikan bahwa intervensi berbasis komunitas dapat menjadi solusi efektif untuk memperkuat literasi dasar di wilayah urban marginal sekaligus mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang berpusat pada kebutuhan peserta didik.