Anapah, Maria Goreti Ilmiana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Designing Effective Entrepreneurship Education Programs To Cultivate Long-Term Entrepreneurial Mindsets In Generation Z Nuralam, Inggang Perwangsa; Aini, Edlyn Khurotul; Ruwaida, Hifni Bahiroh; Anapah, Maria Goreti Ilmiana
JURNAL ILMIAH FEASIBLE: Bisnis, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiaf Feasible (JIF): Bisnis, Kewirausahaan, dan Koperasi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/fb.v7i2.2025.154-166.54656

Abstract

The increase in entrepreneurial activity among Generation Z shows excellent potential to drive innovation and economic growth, but there remains a gap between long-term entrepreneurial intentions and behavior. Entrepreneurship education often fails to foster sustainable entrepreneurial passion because of its theoretical, less contextual approach. This study aims to analyse the influence of entrepreneurship education on entrepreneurial passion, identify the most effective types of programs, and formulate institutional strategies in designing sustainable entrepreneurship education for Generation Z. Using a Systematic Literature Review approach following the PRISMA protocol, this study selected 27 of 1,458 articles obtained through the Scopus database (2024–2025, English language, open access). The results of the thematic analysis show four main findings: (1) experiential learning effectively fosters passion through project-based learning; (2) integration of digital technology increases student relevance and engagement; (3) social support and the campus ecosystem strengthen sustainable entrepreneurial behavior; and (4) social value-based learning forms authentic passion. Effective entrepreneurship education for Generation Z needs to be oriented towards real experiences, social values, and digital technology.
Pembiayaan Digital bagi UMKM di Negara Berkembang: Tinjauan Sistematis atas Literasi Keuangan, Risiko Keuangan, dan Integrasi Fintech-Perbankan Arifin, Layyin Nafisa; Anapah, Maria Goreti Ilmiana; Apriliandini, Diska Putri
JURNAL ILMIAH FEASIBLE: Bisnis, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiaf Feasible (JIF): Bisnis, Kewirausahaan, dan Koperasi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/fb.v8i1.2026.40-56.56007

Abstract

Digital lending berbasis fintech berkembang pesat sebagai respons atas keterbatasan akses pembiayaan UMKM di negara berkembang, namun literatur menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan karena kajian mengenai literasi keuangan, risiko keuangan digital, dan kemitraan fintech–bank masih terfragmentasi, sehingga implikasi inklusi keuangan digital belum dipahami secara terpadu. Tinjauan sistematis ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan dan literasi digital terhadap adopsi digital lending oleh UMKM, mengidentifikasi risiko keuangan utama yang muncul, serta menelaah peran kemitraan fintech–bank dalam membentuk inklusi keuangan dan risiko sistemik. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA melalui penelusuran basis data Scopus periode 2023–2025, menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, penilaian kualitas menggunakan MMAT, serta proses ekstraksi dan sintesis tematik. Sebanyak 36 studi empiris yang dipublikasikan pada periode 2023–2025 menunjukkan bahwa literasi keuangan dan literasi digital merupakan prasyarat struktural yang menentukan kualitas adopsi digital lending, termasuk kemampuan UMKM dalam memahami produk, mengevaluasi biaya, dan mengelola kewajiban keuangan. Risiko utama yang teridentifikasi meliputi over-indebtedness, gagal bayar, biaya pembiayaan tinggi, asimetri informasi berbasis algoritma, rendahnya transparansi penilaian kredit, serta potensi risiko sistemik akibat integrasi lintas lembaga. Temuan juga mengungkap bahwa kemitraan fintech–bank memperluas akses kredit UMKM melalui peningkatan efisiensi dan jangkauan layanan, tetapi sekaligus meningkatkan kompleksitas transmisi risiko keuangan. Secara keseluruhan, digital lending bersifat ambivalen karena memperluas inklusi keuangan sekaligus menciptakan kerentanan baru, sehingga menegaskan perlunya kebijakan literasi, tata kelola risiko, dan regulasi adaptif untuk mendukung inklusi keuangan digital UMKM yang berkelanjutan.