Latar belakang : Swamedikasi adalah upaya pengobatan mandiri yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan seperti demam. Demam sendiri bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari penyakit yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas 37,2°C. Pengetahuan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi sikap dan tindakan remaja dalam penggunaan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan swamedikasi demam pada pelajar SMK Kesehatan Nuzula Husada Yogyakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 42 pelajar yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan teknik analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat, yaitu uji Spearman rank, untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil : Hasil analisis karakteristik responden menunjukkan bahwa sebagian besar berusia 17 tahun dengan jumlah 21 orang (50,0%). Berdasarkan jenis kelamin, responden didominasi oleh perempuan 39 orang (92,9%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dalam kategori baik sebesar 39 (92,9%). Distribusi sikap responden dalam penelitian ini adalah sikap baik sebanyak 30 (71,4%). Berbeda dengan pengetahuan dan sikap, distribusi tindakan responden pada penelitian ini mayoritas berada pada kategori cukup sebanyak 17 (40,5%) responden. Hasil uji Spearman rank menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap dengan nilai (p = 0,734), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan tindakan dengan nilai (p = 0,783), namun terdapat hubungan signifikan antara sikap dan tindakan dengan nilai (p = 0,000). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan dengan sikap maupun tindakan, sedangkan sikap berhubungan erat dengan tindakan.