Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan anak karena berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif jangka panjang. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi status gizi adalah pola pemberian makan oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan dengan status gizi balita di Posyandu Melati Kwarasan Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 62 ibu yang memiliki balita diambil menggunakan teknik total sampling. Data pola pemberian makan dikumpulkan menggunakan kuesioner modifikasi Child Feeding Questionnaire (CFQ) yang terdiri dari 25 pernyataan, sedangkan status gizi diukur berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu menerapkan pola pemberian makan kategori cukup (51,6%) dan mayoritas balita memiliki status gizi baik (69,4%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,256 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,146 yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan status gizi balita dan kekuatan hubungan sangat lemah dengan arah negatif. Disimpulkan bahwa status gizi balita tidak hanya dipengaruhi oleh pola pemberian makan, tetapi juga oleh faktor lain seperti kondisi kesehatan, lingkungan, dan sosial ekonomi keluarga.