Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan literasi, numerasi, karakter dan kesadaran hidup sehat anak usia dini secara terintegrasi. Pemilihan Desa Ciakar sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada observasi awal yang mengindikasikan adanya tantangan spesifik, di antaranya kesiapan calistung anak yang masih rendah (sekitar 60% anak usia 4-7 tahun belum mampu mengenal huruf hijaiyah secara lengkap), praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum konsisten (hanya 30% anak terbiasa mencuci tangan pakai sabun sebelum makan), serta partisipasi orang tua dalam edukasi posyandu yang masih terbatas.Tujuan program ini adalah melaksanakan pendampingan belajar melalui pendekatan calistung islami yang disinergikan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta optimalisasi layanan posyandu. Ruang lingkup kegiatan berfokus pada penguatan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek pendidikan, kesehatan, dan nilai religius dalam mendukung tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan anak, orang tua, mahasiswa, kader posyandu, dan guru. Hasil kegiatan menunjukkan dampak positif berupa peningkatan kemampuan dasar calistung, pembiasaan perilaku hidup sehat seperti mencuci tangan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam posyandu. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif dan holistik yang menggabungkan pendidikan, kesehatan, dan nilai keislaman secara komprehensif, khususnya dalam konteks komunitas dengan kebutuhan spesifik seperti di Desa Ciakar untuk mendukung perkembangan optimal anak usia dini.