p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Ultras
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Inovasi IPTEK dan Peningkatan Mutu Pelayanan Sebagai Langkah Pengambilan Kebijakan Pemerintah Daerah di Kabupaten Brebes Susanto, Agus Redi
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science and technology is a solution that must be planned and implemented in order to be competitive for developing countries because they have the ability to innovate to become a strong, independent, respected country and produce quality human resources for the common good of the people. In this technology, the system plays an important role in creating innovation, especially in the field of science and technology, as well as in quality management of public services. Over time, globalization and rapid technological revolutions have developed, which pose very serious challenges to current governments and global and regional developments, affecting the social life of people and countries modern, competent and honest public service quality. Implementing a globally competitive government requires analysis, productivity assessment, service quality improvement, as well as comprehensive, integrated, open and high quality science and technology policy planning and innovation.
Sinergitas sebagai Transparansi Pengembangan Implementasi Digital terhadap Pelayanan Publik di Kabupaten Brebes Susanto, Agus Redi
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi dijadikan dasar untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efisien, transparan dan akuntabel, serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. Masalah infrastruktur dan kualitas digital terkait adalah kurangnya kapasitas organisasi dan kurangnya bakat untuk mendukung infrastruktur yang ada. Infrastruktur cerdas berbasis teknologi digital yang menyediakan semua informasi dan pengetahuan ke lingkungan komunitas dan unit organisasi. Presiden Jokowi mengatakan Indonesia membutuhkan layanan digital bagi pemerintah dan memperkenalkan upaya pemerintah dalam penyediaan layanan. Misalnya transformasi pelayanan publik melalui media elektronik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran nyata kepada pembaca tentang sinergi transparansi dalam mengembangkan implementasi digital untuk meningkatkan pelayanan publik yang terbaik dan sederhana, serta meningkatkan kepuasan masyarakat demi hasil yang sesuai dengan harapan. 
Peningkatan Kualitas Hidup Melalui Pembangunan Daerah Yang Berkelanjutan Susanto, Agus Redi
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 7 No 1 (2023): JURNAL ILMIAH ULTRAS
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2022, Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah menghadapi perubahan kepemimpinan dan, sebagai respons terhadap antisisi kekosongan kepemimpinan yang akan terjadi pada tahun 2025. Tujuan penelitian ini adalah memberikan landasan untuk perencanaan dan pembangunan daerah yang berkelanjutan, berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Brebes melalui strategi dan kebijakan yang tepat dan terukur. Pemerintah Kabupaten Brebes menyusun Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2023-2026 sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 70 Tahun 2021. Metode penelitian yang diterapkan melibatkan Analisis Situasi, Wawancara, Kuesioner, Studi Literatur, dan Analisis Kebijakan, dengan melibatkan sampel dari Pejabat Pemerintah Daerah, Masyarakat, serta Ahli dan Akademisi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun Kabupaten Brebes mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil, namun tingkat pengangguran masih tinggi. Oleh karena itu, RPD perlu mengimplementasikan strategi untuk meningkatkan peluang pekerjaan dan mengurangi tingkat pengangguran. Hasil wawancara dengan masyarakat menyoroti kebutuhan peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan lokal, sehingga memberikan implikasi tentang perlunya memberikan prioritas pada sektor kesehatan dan pendidikan dalam RPD, sambil melibatkan partisipasi masyarakat. Analisis lingkungan menunjukkan adanya risiko kerusakan lingkungan, yang menandakan perlunya RPD yang berkelanjutan dengan strategi pengelolaan air dan limbah yang bijaksana. Analisis kebijakan nasional dan provinsi menunjukkan dukungan untuk pengembangan ekonomi berorientasi pada kerakyatan, dan oleh karena itu, RPD dapat mengoptimalkan dukungan tersebut. Identifikasi kemiskinan menunjukkan tingkat kemiskinan yang tinggi, yang mengindikasikan bahwa RPD perlu fokus pada pemberdayaan ekonomi dan sosial di daerah yang rentan. Pada akhirnya, pembangunan sumber daya manusia perlu difokuskan pada pemerataan akses pendidikan dan kesehatan
IMPLEMENTASI EVALUASI MANDIRI PEKPP DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA INSTANSI PEMERINTAH DAERAH Susanto, Agus Redi
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 8 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH ULTRAS
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik yang berkualitas merupakan pilar penting dalam agenda reformasi birokrasi Indonesia, yang bertujuan untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, dan kepuasan masyarakat. Untuk mendukung tujuan tersebut, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) mengembangkan sistem PEKPPP (Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Pelayanan Publik dan Penilaian Kinerja) sebagai kerangka standar untuk menilai seberapa efektif instansi pemerintah dalam memberikan layanan. Melalui kriteria yang jelas dan indikator kinerja yang terukur, PEKPPP tidak hanya bertujuan untuk menilai kualitas layanan yang ada, tetapi juga mendorong perbaikan berkelanjutan melalui mekanisme umpan balik yang terstruktur. Inti dari kerangka kerja PEKPPP adalah proses evaluasi mandiri (self-evaluation) yang mengharuskan setiap instansi pemerintah menilai praktik internalnya sendiri. Setiap instansi mengisi kuesioner rinci yang disesuaikan dengan tolok ukur seperti ketepatan waktu, aksesibilitas, kesederhanaan prosedur, dan profesionalisme pegawai. Instansi juga diwajibkan melampirkan dokumen pendukung serta memberikan penilaian atas kinerjanya. Proses ini mendorong refleksi internal yang kritis, membantu organisasi mengidentifikasi hambatan operasional, kekurangan dalam pelatihan, dan area yang memerlukan pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif deskriptif, dengan mengamati kegiatan evaluasi mandiri di beberapa kantor pemerintahan daerah. Peneliti menganalisis bagaimana pegawai menafsirkan pertanyaan, memilih bukti pendukung, dan berdiskusi dalam menentukan skor penilaian. Selain itu, dilakukan analisis dokumen terhadap pedoman resmi PEKPPP, hasil evaluasi, serta rencana tindak lanjut. Melalui triangulasi antara observasi dan dokumentasi, penelitian ini menyoroti kekuatan sekaligus keterbatasan dalam implementasi praktis sistem tersebut.  Hasil temuan menunjukkan bahwa sebagian besar instansi daerah berhasil menyelesaikan evaluasi mandiri dan memperoleh wawasan yang bermakna. Beberapa keunggulan yang ditemukan meliputi layanan digital yang lebih efisien, sementara tantangan utama mencakup keterbatasan pelatihan pegawai dan pemantauan kinerja yang belum konsisten. Namun demikian, akurasi data muncul sebagai isu umum. Terdapat kecenderungan penilaian yang terlalu tinggi (overestimation), sering kali disebabkan oleh bias optimisme atau kesalahpahaman terhadap rubrik penilaian. Selain itu, keterlibatan pemangku kepentingan juga masih terbatas; umpan balik masyarakat lebih bersifat reaktif daripada proaktif, sehingga mengurangi peluang untuk perbaikan kolaboratif. Sebagai kesimpulan, PEKPPP memiliki potensi besar sebagai alat diagnostik untuk peningkatan layanan publik. Pendekatannya yang terstruktur mendorong pembelajaran kelembagaan dan menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Namun, untuk mewujudkan manfaatnya secara penuh, masih dibutuhkan upaya lebih lanjut untuk menjamin keakuratan data, memperkuat mekanisme pengawasan, dan memperluas keterlibatan pemangku kepentingan. Peningkatan kapasitas melalui pelatihan, penerapan sistem peer review, serta pelembagaan partisipasi masyarakat akan mendukung proses evaluasi yang lebih kuat dan kredibel—yang pada akhirnya akan menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik dan kemajuan dalam reformasi birokrasi di Indonesia.