Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan budaya toleransi di Sekolah Dasar Harapan Bangsa yang memiliki keberagaman latar belakang agama, budaya, sosial, dan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan strategis dalam menanamkan nilai toleransi melalui keteladanan, penerapan pembelajaran inklusif, penguatan pendidikan karakter, serta keterlibatan dalam kegiatan lintas budaya. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, minimnya pelatihan guru, dan pengaruh lingkungan eksternal yang kurang mendukung. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan menumbuhkan budaya toleransi secara berkelanjutan.