Erlikasna br Tarigan, Priskila
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Musik sebagai Media Pembelajaran: Telaah Kidung Musa dalam Ulangan 32 Erlikasna br Tarigan, Priskila; Agus Marulitua Marpaung
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v5i2.350

Abstract

Abstract: The widespread popularity of contemporary music among today’s Christian children and teenagers reflects a serious content crisis in religious music. Many songs are sung merely for their catchy rhythms, without a deep understanding of their meaning, and are often adapted from secular culture with modified lyrics to appear spiritual. This crisis poses a significant threat to the formation of faith and the psychosocial-spiritual development of the young Christian generation. This article addresses the issue by presenting the Song of Moses in Deuteronomy 32 as an early model of music that serves as an effective, intergenerational medium for faith education. The study employs a descriptive qualitative method with a library research approach, examining biblical literature, Christian educational theology, child developmental psychology, and music theory in faith learning. The findings reveal that the Song of Moses is a concrete example of music used as an educational tool to warn, shape, and strengthen the faith of the people of Israel. The song was designed by God to be remembered and internalised across generations as a means of embedding divine truth. The study further shows that sacred music can be an effective strategy in Christian Religious Education (CRE), particularly in teaching faith values to children and youth. Music composed with theological and pedagogical considerations has the potential to deepen doctrinal understanding, build a personal relationship with God, and inspire authentic Christian living. Therefore, this article recommends that churches and Christian educational institutions develop contextual, biblical, and age-appropriate faith-learning songs. Abstract: Fenomena maraknya musik populer yang digemari oleh anak-anak dan remaja Kristen masa kini menunjukkan adanya krisis konten yang serius dalam musik keagamaan. Banyak lagu yang dinyanyikan hanya karena iramanya yang menarik, tanpa pemahaman makna yang mendalam, bahkan tak jarang diadopsi dari budaya sekuler dengan lirik yang dimodifikasi agar tampak rohani. Krisis ini menjadi ancaman bagi pembentukan iman dan perkembangan psikospiritual generasi muda Kristen. Artikel ini merespons isu tersebut dengan mengangkat Kidung Musa dalam Ulangan 32 sebagai model awal dari musik yang berfungsi sebagai media pendidikan iman yang efektif dan lintas generasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang menelaah literatur Alkitabiah, teologi pendidikan Kristen, psikologi perkembangan anak, dan teori musik dalam pembelajaran iman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kidung Musa merupakan contoh konkret penggunaan musik sebagai alat edukatif untuk memperingatkan, membentuk, dan memperkuat iman bangsa Israel. Lagu tersebut dirancang Tuhan agar diingat dan dihayati lintas generasi sebagai bentuk internalisasi kebenaran ilahi. Temuan ini juga menunjukkan bahwa musik rohani dapat menjadi strategi yang efektif dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK), khususnya dalam pengajaran nilai-nilai iman kepada anak dan remaja. Musik yang disusun dengan pendekatan teologis dan pedagogis berpotensi memperkuat pemahaman doktrin, membangun hubungan personal dengan Allah, dan mendorong praktik hidup Kristen yang otentik. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan perlunya gereja dan lembaga pendidikan Kristen mengembangkan lagu-lagu pembelajaran iman yang kontekstual, alkitabiah, dan relevan