Perkembangan teknologi digital mendorong lembaga pendidikan dasar untuk mengadopsi strategi komunikasi yang lebih modern, termasuk pemanfaatan media sosial sebagai sarana humas dan branding sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi humas SDIK Mutiara Anak Sholeh Sidoarjo dalam memanfaatkan Instagram sebagai media untuk membangun branding positif lembaga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan observasi konten akun Instagram @sdik_mutiaraanaksholeh, wawancara mendalam dengan tim humas dan pemangku kepentingan terkait, serta dokumentasi arsip digital sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, mulai dari reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram digunakan sekolah sebagai media komunikasi strategis yang menampilkan identitas, nilai, dan kualitas layanan pendidikan melalui visual storytelling yang konsisten. Strategi humas meliputi perencanaan konten berbasis kalender akademik, desain visual yang seragam, pemanfaatan beragam fitur Instagram (feed, reels, stories, highlights), serta interaksi responsif dengan audiens. Branding yang dibangun sekolah berfokus pada tiga pilar utama: religius dan berkarakter, kreatif dan inovatif, serta ramah anak. Ketiga pilar ini direpresentasikan secara berulang melalui konten visual, narasi caption, serta pola komunikasi yang personal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi humas berbasis Instagram mampu memperkuat citra sekolah dan meningkatkan kedekatan dengan wali murid. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi kajian humas pendidikan dan menawarkan rekomendasi praktis bagi sekolah dasar lain dalam mengoptimalkan media sosial untuk branding lembaga di era digital.