Cold Pressor Test (CPT) adalah tes tekanan darah yang dikembangkan oleh Edgar A. Hines, Jr. sejak tahun 1934. Hipertensi disebut sebagai "silent killer" karena merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan dan penyebab utama kematian dini. Sejak tahun 1934, CPT telah diuji di seluruh dunia untuk menilai potensi dan keandalannya dalam memprediksi hipertensi di masyarakat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor risiko hipertensi dan mengevaluasi potensi CPT sebagai alat skrining reaktivitas kardiovaskular pada populasi dewasa muda. Desain penelitian ini adalah field trial (pre-eksperimental), melibatkan 60 Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2020-2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive non-random sampling. Pada metode penelitian, tekanan sistolik, diastolik, dan tekanan arteri rata-rata (MAP) diukur setelah intervensi pada menit ke-0, 1, 2, dan 4. Faktor risiko termasuk jenis kelamin, status indeks massa tubuh, status perokok, dan riwayat hipertensi pada keluarga subjek penelitian digunakan untuk menilai adanya perubahan tekanan darah pada CPT. Analisis data dilakukan menggunakan analisis komparatif dan bivariat/multivariat serta diuji secara konseptual dan interpretatif, didukung oleh pola respons, konsistensi pemulihan, serta literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan perubahan tekanan darah sistolik, diastolik, dan MAP yang menurun secara perlahan dari menit ke-0 sampai menit ke-4. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa CPT menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik, diastolik, dan MAP yang bersifat sementara dan respons tekanan darah lebih tinggi dan pemulihan lebih lambat ditemukan pada laki-laki, subjek dengan IMT tinggi, perokok, dan subjek dengan riwayat hipertensi keluarga, oleh karena itu CPT dapat digunakan sebagai alat skrining reaktivitas kardiovaskular dini pada populasi muda.