RAFIKA, AGUSTI
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN CAREGIVER DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN SKIZOFRENIA ARINI, LARASUCI; DAHLAN, ASMITA; RAFIKA, AGUSTI
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 7 No. 2 (2025): AS-SHIHA VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan mental kronis yang tidak hanya memengaruhi individu yang mengalaminya, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap keluarga, baik secara fisik, emosional, sosial, maupun ekonomi. Keterlibatan keluarga sebagai caregiver dalam merawat pasien sering menimbulkan tekanan psikologis akibat tanggung jawab perawatan jangka panjang yang dapat memicu timbulnya kecemasan dan menurunkan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban caregiver dengan tingkat kecemasan keluarga dalam merawat pasien skizofrenia di Puskesmas Padusunan Kota Pariaman. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh keluarga yang merawat pasien skizofrenia di wilayah tersebut, dengan total sampel sebanyak 59 responden yang diambil melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI) untuk mengukur beban caregiver dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk menilai tingkat kecemasan keluarga. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki beban sedang (47,5%) dan mengalami kecemasan ringan (64,4%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara beban caregiver dan tingkat kecemasan keluarga. Dengan demikian, semakin tinggi beban perawatan yang dirasakan, semakin besar pula tingkat kecemasan keluarga. Caregiver dianjurkan untuk memperkuat dukungan sosial, membagi tanggung jawab perawatan, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta memperhatikan kondisi psikologis melalui konseling atau kelompok pendukung agar kecemasan dapat terkontrol dengan baik.