Pendidikan seksualitas anak usia dini merupakan upaya preventif penting untuk melindungi anak dari risiko kekerasan seksual serta membangun pemahaman yang sehat tentang tubuh dan batasan privasi sejak dini. Namun, implementasinya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan media pembelajaran, rendahnya kepercayaan diri pendidik, serta anggapan bahwa pendidikan seksualitas merupakan topik yang sensitif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra—anak, guru PAUD, dan orang tua—dalam pendidikan seksualitas anak usia dini melalui pelatihan Comprehensive Sexuality Education (CSE) berbasis media audiovisual. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan anak usia 3–6 tahun, guru PAUD, dan orang tua. Tahapan kegiatan meliputi senam bersama, demonstrasi mencuci tangan dan menggosok gigi, sesi inti pelatihan CSE menggunakan video animasi 3D berbasis cerita, diskusi dan cerita anak, evaluasi pemahaman melalui tanya jawab, serta kegiatan pendukung berupa pemeriksaan berat dan tinggi badan, pembagian susu dan roti, kegiatan meronce gelang bersama ibu, dan penyerahan kenang-kenangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak mengenai tubuh, batasan privasi, dan keterampilan perlindungan diri. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas guru PAUD dalam menyampaikan materi pendidikan seksualitas yang sesuai tahap perkembangan anak serta peningkatan keterlibatan dan pemahaman orang tua dalam mendampingi pendidikan seksualitas anak di lingkungan keluarga. Pelatihan CSE berbasis media audiovisual terbukti efektif, aplikatif, dan berpotensi direplikasi sebagai model pengabdian kepada masyarakat di lembaga PAUD lainnya