Rendahnya literasi matematika siswa Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), seringkali disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang konvensional dan kurang kontekstual. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pedagogis guru-guru SMK Negeri 7 Maluku Barat Daya di Pulau Moa melalui pelatihan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan gamifikasi dan etnomatematika berbasis budaya lokal. Program dilaksanakan dalam lima tahap sistematis: (1) sosialisasi, (2) pelatihan, (3) penerapan teknologi, (4) pendampingan dan evaluasi, dan (5) keberlanjutan program. Pendekatan evaluasi kuantitatif-kualitatif digunakan untuk mengukur tiga aspek utama: perubahan kompetensi guru, transformasi praktik pembelajaran, serta dampak terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Hasilnya menunjukkan capaian yang signifikan. Program berhasil meningkatkan kompetensi guru secara signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata post-test sebesar 32,7%. Pada aspek praktik, 93% guru telah mengadopsi platform gamifikasi dan 85% sesi pembelajaran mengintegrasikan unsur budaya lokal. Dampak pada siswa terlihat dari peningkatan motivasi belajar sebesar 28%. Keberlanjutan program dijamin melalui produk digital yang terus diakses, komunitas belajar guru yang aktif, dan komitmen kelembagaan sekolah. Program ini membuktikan bahwa model pelatihan partisipatif berbasis konteks lokal efektif dalam mentransformasi kompetensi guru dan praktik pembelajaran di daerah 3T. Integrasi gamifikasi dan etnomatematika berhasil menciptakan pembelajaran matematika yang lebih menarik, relevan, dan bermakna. Replikasi model ini di wilayah lain dengan adaptasi konteks budaya setempat sangat disarankan untuk berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan nasional.