Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MENJADI MENJADI NILAI EKONOMI DI KELURAHAN BUDAYA PAMPANG KOTA SAMARINDA Yulidar Abbas, Muhammad Astri; Putra, Miko Triwanda; Pasango, Grace Alfiany; Arnalisa, Fransisca Mella Frisca; Putri, Zulaikha Abelia; Salong, Denisha Sepiani Ananda; Uluk, Makdalena; Mukin, Nobertus Toding Kallang; Apui, Agustin; Riwan; Dom, Febiliana; Kurniawan, Abdi; Mante, Gilbert
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan oleh Widya Gama Mahakam Samarinda mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2025. Program ini mengatasi masalah mendesak terkait pengelolaan sampah di Kelurahan Budaya Pampang, sebuah destinasi wisata budaya terkemuka di Samarinda. Kelurahan ini, yang terkenal dengan tradisi unik Suku Dayak Kenyah, menghadapi tantangan besar dalam mengelola volume sampah rumah tangga dan turis yang terus meningkat. Situasi ini mengancam keberlanjutan lingkungan dan pelestarian warisan budayanya. Tujuan utama program ini adalah memperkenalkan dan mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah kolaboratif melalui pendirian bank sampah. Metodologi yang digunakan melibatkan pendekatan partisipatif, dimulai dengan survei awal dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pemilahan dan daur ulang sampah. Setelah itu, bank sampah didirikan melalui kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan warga. Program ini mencakup serangkaian lokakarya edukatif tentang pemilahan sampah dan manfaat ekonomi dari bank sampah, yang berfungsi dengan memberikan insentif finansial kepada warga yang menyetorkan sampah daur ulang yang telah dipilah. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi masyarakat dan perubahan perilaku terhadap sampah. Dalam waktu sebulan, bank sampah berhasil mengumpulkan sejumlah besar sampah plastik yang siap untuk didaur ulang, yang kemudian dijual kepada pengepul daur ulang lokal, menghasilkan pendapatan bagi warga. Program ini tidak hanya menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan pemberdayaan ekonomi di kalangan masyarakat. Sebagai kesimpulan, pendirian bank sampah kolaboratif melalui program KKN memberikan model yang berkelanjutan dan dapat direplikasi untuk kelurahan budaya lain yang menghadapi tantangan serupa, membuktikan bahwa sampah dapat menjadi sumber kesejahteraan ekonomi dan lingkungan.