PT. XYZ merupakan perusahaan pengolahan minyak sawit dan turunannya, salah satunya lauric acid. Lauric acid merupakan bahan baku penting bagi berbagai industri, seperti industri kosmetik dan industri sabun. Dalam persaingan yang ketat, PT. XYZ perlu menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Namun, dalam proses produksinya, sering ditemukan produk Out of Specification (OOS), yang mengharuskan adanya pengendalian untuk meminimalkan OOS dan menghemat biaya akibat pengolahan ulang produk OOS. Salah satu metode yang digunakan untuk pengendalian ini adalah metode Statistical Process Control (SPC), yang mengawasi proses produksi dari awal hingga akhir. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2024, total produk OOS mencapai 917.401 kg, dengan bulan Desember sebagai bulan tertinggi dengan 188.047 kg, dan bulan Oktober sebagai bulan terendah dengan 6.179 kg. Batas maksimal (UCL) tertinggi dan terendah masing-masing sebesar 0,048 dan 0,042, sedangkan batas minimal (LCL) tertinggi dan terendah masing-masing sebesar 0,039 dan 0,036. Faktor yang mempengaruhi OOS meliputi faktor manusia (kelalaian dan kelelahan), faktor material (suhu material), faktor lingkungan (musim panas dan hujan), faktor proses (kurang pengawasan dan jadwal padat), dan mesin (kerusakan). Rekomendasi perbaikan mencakup penambahan operator dan penguatan SOP, pemeriksaan suhu setiap 2 jam, pengontrolan kondisi lingkungan, penambahan sistem pendingin AHU dan exhaust fan, serta modifikasi sistem pendingin untuk menurunkan suhu air dalam proses automizer di spray tower dan pemeliharaan mesin setiap dua bulan sekali.