Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tahap Informasi, Kreatif, dan Analisa Pada Rekayasa Nilai Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Hotel Muhammad Fazri Pasaribu; Riana Puspita
Industrial Engineering Journal Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v5i2.142

Abstract

Persaingan hotel semakin hari semakin meningkat. Agar Hermesone Hotel tetap eksis sebagai Hotel pertama di Subulussalam-Aceh, sudah seharusnya Hermesone Hotel terus berbenah diri untuk peningkatan pelayanannya agar tidak ditinggalkan para tamu. Penerapan Metode Rekayasa Nilai merupakan suatu pendekatan yang bersifat kreatif dan sistematis dari sejumlah teknik yang telah ditentukan atau yang telah direkomendasikan. Terdapat 5 tahapan dalam rencana kerja penerapan metode rekayasa nilai yaitu: tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, tahap pengembangan dan tahap rekomendasi. Dengan menggunakan Metode Rekayasa Nilai, hasil sementara dari penelitian ini adalah pada tahap informasi diperoleh dua fungsi dalam pelayanan hotel yaitu pelayanan dan fasilitas, pada tahap kreatif diperoleh desain awal dan dua desain usulan dan pada tahap analisa dapat disimpulkan beberapa keuntungan dan kerugian dari beberapa alternative yang dibuat dan dibuatkan bobot masing-masing criteria.
PROSES PEMANENAN HASIL TANAMAN UNTUK KECUKUPAN PANGAN MAHASANTRI PENGHAPAL AL QURAN DI YAYASAN LAYAR DAKWAH Masdania Zurairah; Muhammad Fiza Lubis; Muhammad Fazri Pasaribu; Refiza, Refiza; Refiza4, Edi Syahputra Saragih
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 7: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The harvesting process for each plant is different according to the time. The harvesting process to achieve maximum results is carried out by maintenance, fertilization and watering. The harvesting process for chilies, tomatoes, eggplants, pumpkins, long beans, peanuts and cassava. Harvesting is done by pulling out such as peanuts, by pulling out plants with loose soil, the pulling process is very easy to do, so that it will produce peanuts in the soil. Likewise, cassava harvesting is done by pulling out or pulling the tree trunk until the cassava fruit is also pulled. Chilies, tomatoes, eggplants, long beans and pumpkins are harvested by picking them. The fastest harvest time is tomatoes 60 days. The longest time to harvest is cassava up to 240 days. With this post-harvest, it can meet the needs of students in food
ANALISIS PENGENDALIAN OUT OF SPECIFICATION (OOS) DALAM PROSES PRODUKSI LAURIC ACID MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) PADA DEPARTEMEN BEADING PLANT PT. XYZ Andry Yansa; Margie Subahagia Ningsih; Muhammad Fazri Pasaribu; Masdania Zurairah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i9.12323

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan pengolahan minyak sawit dan turunannya, salah satunya lauric acid. Lauric acid merupakan bahan baku penting bagi berbagai industri, seperti industri kosmetik dan industri sabun. Dalam persaingan yang ketat, PT. XYZ perlu menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Namun, dalam proses produksinya, sering ditemukan produk Out of Specification (OOS), yang mengharuskan adanya pengendalian untuk meminimalkan OOS dan menghemat biaya akibat pengolahan ulang produk OOS. Salah satu metode yang digunakan untuk pengendalian ini adalah metode Statistical Process Control (SPC), yang mengawasi proses produksi dari awal hingga akhir. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2024, total produk OOS mencapai 917.401 kg, dengan bulan Desember sebagai bulan tertinggi dengan 188.047 kg, dan bulan Oktober sebagai bulan terendah dengan 6.179 kg. Batas maksimal (UCL) tertinggi dan terendah masing-masing sebesar 0,048 dan 0,042, sedangkan batas minimal (LCL) tertinggi dan terendah masing-masing sebesar 0,039 dan 0,036. Faktor yang mempengaruhi OOS meliputi faktor manusia (kelalaian dan kelelahan), faktor material (suhu material), faktor lingkungan (musim panas dan hujan), faktor proses (kurang pengawasan dan jadwal padat), dan mesin (kerusakan). Rekomendasi perbaikan mencakup penambahan operator dan penguatan SOP, pemeriksaan suhu setiap 2 jam, pengontrolan kondisi lingkungan, penambahan sistem pendingin AHU dan exhaust fan, serta modifikasi sistem pendingin untuk menurunkan suhu air dalam proses automizer di spray tower dan pemeliharaan mesin setiap dua bulan sekali.