Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi untuk meningkatkan kesehatan jiwa dan kepercayaan diri apoteker Arifatma, Nadia; Al Qusnah, Feti; Fevinia, Merly; Putra, Nur Muhammad Herunda; Dania, Haafizah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37766

Abstract

Abstrak Peningkatan konsumsi kosmetik di kalangan mahasiswa kesehatan menuntut pemahaman yang memadai mengenai keamanan produk, regulasi BPOM, serta bahan aktif kosmetik, sementara tekanan akademik yang tinggi pada mahasiswa profesi apoteker juga berpotensi memengaruhi kesehatan mental mereka, sehingga diperlukan upaya edukasi yang komprehensif untuk meningkatkan literasi sekaligus mendukung kondisi psikologis. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menilai efektivitas edukasi keamanan kosmetik terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa profesi apoteker serta menggambarkan kondisi kesehatan mental menggunakan instrumen PHQ-9, dengan desain one-group pretest–posttest pada 19 responden. Edukasi yang diberikan mencakup materi bahan aktif kosmetik, regulasi BPOM, cara membaca label, dan prinsip cosmetovigilance, sedangkan pengetahuan diukur melalui pretest–posttest dan kesehatan mental dinilai menggunakan PHQ-9, dengan analisis deskriptif dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi 88,89% responden telah memiliki pengetahuan dalam kategori baik dan meningkat menjadi 94,7% setelah edukasi, namun peningkatan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,796) yang kemungkinan disebabkan oleh efek langit-langit (ceiling effect). Selain itu, hasil skrining PHQ-9 menunjukkan bahwa 57,9% responden tidak mengalami gejala depresi, 36,8% mengalami depresi ringan, dan 5,3% mengalami depresi sedang. Secara keseluruhan, edukasi ini berperan dalam memperkuat pengetahuan mahasiswa mengenai keamanan kosmetik meskipun tidak meningkatkan skor secara signifikan, serta menegaskan pentingnya perhatian dan dukungan terhadap kesehatan mental mahasiswa profesi apoteker dalam rangka mempersiapkan mereka sebagai calon apoteker yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat secara aman dan berbasis bukti. Kata kunci: edukasi kosmetik; mahasiswa apoteker; kesehatan mental; keamanan kosmetik; pemberdayaan masyarakat. Abstract The increasing use of cosmetic products among healthcare students requires adequate understanding of product safety, BPOM regulations, and active ingredients, while the high academic pressure experienced by pharmacy professional students may also affect their mental health, highlighting the need for educational interventions that strengthen literacy while supporting psychological well-being. This study aimed to evaluate the effectiveness of cosmetic safety education in improving knowledge among pharmacy professional students and to describe their mental health status using the PHQ-9 instrument, employing a one-group pretest–posttest design involving 19 respondents. The educational intervention covered cosmetic active ingredients, BPOM regulations, label reading, and cosmetovigilance principles, with knowledge assessed through pretest–posttest measurements and mental health evaluated using PHQ-9, followed by descriptive analysis and the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that prior to the intervention, 88.89% of respondents had good knowledge, which increased to 94.7% after the intervention; however, the improvement was not statistically significant (p = 0.796), likely due to a ceiling effect. PHQ-9 screening indicated that 57.9% of respondents had no depressive symptoms, 36.8% experienced mild depression, and 5.3% had moderate depression. Overall, the educational program reinforced students’ knowledge of cosmetic safety despite the absence of a significant score increase and underscored the importance of psychological support for pharmacy professional students, contributing to their preparedness as future pharmacists to provide safe, evidence-based education to the community. Keywords: cosmetic education; pharmacy students; mental health; cosmetic safety; community empowerment.