Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Diplomasi Komersial Indonesia-Bangladesh: Studi Kasus Ekspor Gerbong Kereta Oleh PT Inka Tahun 2016-2020 Haloho, Yemima Dya Novitasari Br; Kresnawati, Megahnanda Alidyan
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana upaya diplomasi komersial Indonesia yang dilakukan untuk mendorong peningkatan ekspor gerbong kereta api oleh PT INKA (Persero) ke Bangladesh pada tahun 2016-2020 secara lebih mendalam melalui analisa menggunakan teori diplomasi komersial yang dilihat berdasarkan aktivitas-aktivitas utama dalam throughput oleh Ruevers dan Ruel (2012). Tipe penelitian yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa diplomasi komersial Indonesia dalam mendukung ekspor gerbong kereta api PT INKA ke Bangladesh pada 2016–2020 berlangsung secara komprehensif melalui empat kategori aktivitas menurut indikator throughput Ruevers dan Ruel, network activities, intelligence, image campaign, dan support business. Melalui jaringan diplomatik dan business matching, pemerintah berhasil memperkuat hubungan dengan Bangladesh Railway. Aktivitas intelligence dilakukan melalui penyediaan informasi pasar dan analisis kebutuhan sektor transportasi Bangladesh oleh KBRI Dhaka dan instansi terkait. Kampanye citra turut membangun persepsi positif terhadap industri manufaktur Indonesia, sementara dukungan konkret pemerintah dalam negosiasi kontrak dan penyelesaian hambatan administratif memperkuat posisi Indonesia di pasar Asia Selatan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa diplomasi komersial Indonesia dijalankan secara terstruktur, kolaboratif, dan selaras dengan kepentingan ekonomi nasional, sehingga mampu menghasilkan output nyata berupa ekspor lebih dari 400 gerbong kereta api ke Bangladesh. Temuan ini menegaskan bahwa diplomasi komersial berbasis throughput dapat menjadi instrumen strategis dalam perluasan pasar non-tradisional dan peningkatan daya saing industri nasional di tingkat global.