Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pangan perdesaan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan ekonomi dan pelestarian budaya lokal, namun kerap menghadapi keterbatasan pada aspek kemasan, identitas visual, dan pemasaran digital. Salah satu contohnya adalah UKM Pindang Ciganitri di Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang masih menggunakan kemasan konvensional sehingga kurang higienis, tidak terdiferensiasi, dan memiliki jangkauan pasar terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saint UKM melalui inovasi kemasan yang terjangkau, kontekstual, dan adaptif terhadap pemasaran digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan desain partisipatif berbasis design-based research, yang melibatkan pelaku UKM dan aparat desa dalam seluruh tahapan kegiatan mulai dari identifkasi masalah, perancangan solusi, hingga uji coba luaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan kemasan plastik vakum dengan cetak saring satu sisi mampu menurunkan biaya produksi hingga 35%, meningkatkan higienitas, serta memperkuat identitas visual enam varian Pindang Ciganitri. Selain menghasilkan luaran fisik berupa prototipe kemasan, kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan literasi desain, kesadaran mutu produk, dan kesiapan pelaku UKM untuk mengadopsi pemasaran digital. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan desain partisipatif efektif sebagai strategi pemberdayaan UKM perdesaan dan berpotensi direplikasi pada konteks pengabdian masyarakat serupa.