Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat sekolah menengah pertama masih sering berfokus pada penguasaan materi secara hafalan dan pemahaman dasar, sehingga pengembangan kemampuan analitis siswa belum optimal. Padahal, kemampuan analitis merupakan bagian penting dari Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang diperlukan siswa untuk menalar, mengaitkan konsep keislaman dengan kehidupan nyata, serta mengambil keputusan secara rasional dan bernilai. Oleh karena itu, penerapan HOTS dalam pembelajaran PAI dipandang sebagai pendekatan yang relevan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Higher Order Thinking Skills dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap kemampuan analitis siswa di SMPIT Asy Syuuraa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui model pretest–posttest control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran PAI berbasis HOTS dan kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran PAI secara konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan analitis yang disusun berdasarkan indikator berpikir tingkat tinggi, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji statistik inferensial berupa uji tes Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan analitis siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Siswa yang mengikuti pembelajaran PAI berbasis HOTS menunjukkan peningkatan kemampuan analitis yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Higher Order Thinking Skills dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan analitis siswa SMPIT Asy Syuuraa.