Stunting, kondisi gagal tumbuh kronis akibat malnutrisi, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dengan dampak serius pada perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan. Meskipun intervensi seringkali berfokus pada balita, prevalensi stunting pada anak usia sekolah dasar masih mengkhawatirkan dan kurang mendapatkan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis determinan sosial dan lingkungan sekolah yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada anak usia sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional, penelitian ini akan melibatkan pengukuran antropometri (tinggi badan, berat badan) dan pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur mengenai karakteristik sosio-demografi, status ekonomi keluarga, pendidikan orang tua, pola asuh, sanitasi rumah tangga, akses air bersih, serta program gizi dan fasilitas sanitasi di sekolah. Analisis data akan memanfaatkan regresi logistik untuk menguji hubungan multivariat antara faktor-faktor independen dan stunting, serta uji Chi-square/alternatif. Temuan yang diharapkan akan menguraikan pengaruh multifaset dari faktor sosial (seperti status sosial ekonomi, tingkat pendidikan orang tua, dukungan komunitas) dan lingkungan sekolah (seperti sanitasi, akses air bersih, pengetahuan gizi) terhadap stunting. Selain itu, penelitian ini akan membahas peran edukasi gizi dan kader kesehatan dalam mitigasi stunting serta implikasi jangka panjang kondisi ini. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam untuk pengembangan intervensi yang terarah dan holistik, yang disesuaikan dengan konteks lokal, guna mengurangi prevalensi stunting pada anak usia sekolah dasar.