Peningkatan kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo dari waktu ke waktu menuntut pengelolaan destinasi yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas kunjungan, tetapi juga pada upaya membangun loyalitas wisatawan melalui minat berkunjung kembali. Minat tersebut dipengaruhi oleh pengalaman berkesan atau MTE (Memorable Tourism Experience), kualitas atribut destinasi, keterikatan emosional wisatawan terhadap tempat (place attachment), serta dinamika sosial perjalanan yang tercermin dalam teman seperjalanan atau travel companion. Namun, kajian empiris yang mengintegrasikan keempat faktor tersebut dalam satu model penelitian, khususnya pada destinasi wisata alam dan petualangan seperti Gunung Bromo masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dirumuskan untuk menganalisis pengaruh MTE, atribut destinasi, place attachment, dan travel companion terhadap minat berkunjung kembali wisatawan ke Gunung Bromo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research, olah data regresi pada 240 responden wisatawan domestik. Metode ini dipilih karena tujuan utama penelitian adalah menjelaskan hubungan kausal dan menguji pengaruh antarvariabel secara empiris dan terukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung kembali, dengan kontribusi terbesar diberikan oleh travel companion. Rekomendasi yang dapat diberikan dari hasil peneliti adalah perlunya pengelola destinasi mengembangkan layanan yang ramah wisatawan, menonjolkan budaya lokal, dan merancang paket wisata yang mendukung pengalaman kolektif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas lokasi dan menggunakan desain longitudinal atau mixed methods dengan menambahkan variabel lain seperti kepuasan, citra destinasi, dan persepsi risiko agar memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian dapat menguji peran mediasi atau moderasi serta membandingkan karakteristik wisatawan untuk meningkatkan generalisasi dan kontribusi teoretis.