Desa Segaran di Kabupaten Karawang memiliki potensi lahan sawah produktif seluas lebih dari 300 hektar yang terintegrasi dengan Kawasan Percandian Batujaya yang bersejarah. Namun, pemanfaatan lahan sawah sebagai daya tarik wisata belum dikembangkan secara optimal, sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada pengembangan agrowisata di daerah lain tanpa menyentuh potensi integrasi dengan warisan budaya. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan lahan sawah sebagai daya tarik wisata di Desa Segaran yang terintegrasi dengan kawasan percandian. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali secara mendalam persepsi dan pengalaman para pemangku kepentingan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 12 informan yang mewakili unsur pentahelix, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi agrowisata Desa Segaran didukung oleh lanskap sawah yang asri, kedekatan dengan wilayah metropolitan, serta masyarakat yang telah terbiasa dengan pariwisata. Namun, pengembangan terkendala oleh keterbatasan infrastruktur, fasilitas pendukung, kapasitas sumber daya manusia, dan promosi. Berdasarkan analisis SWOT, dirumuskan empat strategi utama yang diintegrasikan ke dalam peta jalan empat fase: penguatan kapasitas komunitas, pengembangan produk dasar, ekspansi pasar, dan konsolidasi berkelanjutan. Keterbatasan penelitian ini terletak pada pendekatan kualitatif yang tidak dapat digeneralisasi dan belum dikajinya aspek kelayakan ekonomi. Penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif atau campuran direkomendasikan untuk menguji efektivitas strategi yang dirumuskan.