Riauwati, Rika
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBANDINGAN KONSEP MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUH DAN JAMALUDDIN AL-AFGHANI Nurazmira, Nurazmira; Ritonga, Supardi; Riauwati, Rika; Nurin, Muhammad; Suheryeni, Suheryeni
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v9i1.1239

Abstract

Modernisasi pendidikan Islam merupakan agenda penting dalam sejarah pembaruan pemikiran Islam modern, khususnya pada akhir abad ke-19 ketika dunia Islam menghadapi tekanan kolonialisme Barat, stagnasi intelektual, dan krisis institusional pendidikan. Dua tokoh sentral dalam diskursus ini adalah Muhammad Abduh dan Jamaluddin al-Afghani. Keduanya sering ditempatkan dalam satu garis modernisme Islam, namun memiliki perbedaan mendasar dalam orientasi, pendekatan, dan strategi modernisasi pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan komparatif konsep modernisasi pendidikan Islam menurut Muhammad Abduh dan Jamaluddin al-Afghani dengan menitikberatkan pada dimensi epistemologis, tujuan pendidikan, strategi pembaruan, serta implikasinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis komparatif-kritis terhadap karya tokoh dan artikel jurnal nasional bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Muhammad Abduh menempatkan modernisasi pendidikan Islam sebagai proyek rasionalisasi dan reformasi institusional, sedangkan Jamaluddin al-Afghani memosisikan pendidikan sebagai instrumen kesadaran politik dan kebangkitan kolektif umat. Perbedaan ini menegaskan bahwa modernisasi pendidikan Islam bersifat plural dan kontekstual. Sintesis pemikiran keduanya relevan bagi pengembangan pendidikan Islam yang kritis, transformatif, dan berorientasi keadaban global.